Beranda Bogor Raya Benjolan Terus Membesar, Bocah Delapan Bulan di Jasinga Derita Tumor Miniteles

Benjolan Terus Membesar, Bocah Delapan Bulan di Jasinga Derita Tumor Miniteles

Muhamad Rizki, balita yang menderita tumor di bagian belakang tubuhnya.

JASINGA-RADAR BOGOR, Muhamad Rizki (delapan bulan) harus menahan sakit setiap harinya lantaran penyakit tumor di bagian belakang yang dideritanya sejak lahir.

Putra dari pasangan suami istri Sarifah (21) dan Ujang Mulyana (24) tersebut tak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan ekonomi yang dialaminya.

Alhasil kedua orang tua bocah yang tinggal di Kampung Pamalang RT03/02, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, tak bisa berbuat banyak.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Sarifah menjelaskan, benjolan yang diderita Rizki awalnya hanya sebesar gundu. Namun benjolan itu membesar sekitar satu kilo lebih, dengan seiringnya pertumbuhan sampai saat ini.

“Memang sejak lahir sudah ada benjolannya namun setiap harinya benjolan itu tumbuh besar,” kata Sarifah kepada wartawan koran ini, kemarin.

Sarifah mengaku, Muhamad Rizki sesekali merasakan sakit karena benjolan itu. Bahkan saat tidurpun Muhamad Rizki harus terpaksa dengan posisi miring.

“Kalau tidur tidak bisa terlentang, hanya bisa tidur dengan keadaan miring. Saya kasian lihat kondisi anak saya,” ucapnya.

Hal senada dikatakan, Ujang. Ia menambahkan, anaknya sudah pernah dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medica Cibinong sekitar tiga bulan lalu. Karena tidak ada biayaya akhirnya dibawa kembali pulang.

“Terpaksa anak saya ini di bawa kembali. Namun minggu kemarin, di periksa ke RSUD Leuwiliang katanya anak saya ini mengidap tumor jenis miniteles,” kata Ujang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bagoang Erlina menjelaskan, pihaknya sudah menangani pasien yang menderita penyakit tumor dan akan dilakukan operasi di RSUD Ciawi. Karena, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lahir.

“Pasien sudah punya BPJS dan pihak puskesmas sudah membawa ke RSUD Ciawi dan sedang dalam penanganan, dua minggu lagi akan di operasi karena harus di periksa terlebih dahulu,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin. (nal/pkl2/c)