Beranda Berita Utama

Puncak Ibadah Haji, Empat Jamaah Asal Bogor Wafat

MAKKAH-RADAR BOGOR, Pasca pelaksanaan prosesi arafah, muzdalifah dan mina, kini para jamaah haji kembali menuju makkah untuk melaksanakan tawaf ifadoh.

Kondisi cuaca yang tak menentu mengakibatkan, para jamaah asal Bogor yang meninggal dunia di tanah suci bertambah menjadi empat orang.

Kemarin, Amah Sabnan Saiin warga RT03/05 Kampung Pangkalan Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit. Kamis (1/8) sempat dirujuk ke KKHI dan diagnosa sementara menderita Tumor Tiroid.

Sebelumnya, jamaah haji Bogor lain yang meninggal yakni Ahmad Suparman bin Jubed (53), Isah Oti Sanah (40), dan Mispar (77). Bagaimana kondisi terbaru para jamaah di tanah suci ? tiga kontributor Radar Bogor yakni Mia Hamidiyah, Ade Sarmili dan Irfan Awaludin menyampaikan laporannya, tadi malam.

Irfan Awaludin mengungkapkan, banyak jamaah yang menunggu untuk melaksanakan thowaf ifadhah dan sai selepas bus beroperasi kembali.

Sementara itu, bus sholawat baru beroperasi besok (hari ini,red). TPHD dari Kabupaten Bogor itu mengungkapkan, banyak jamaah yang sakit pasca Armuzna kemarin, karena kelelahan.

Mia Hamidiyah mengungkapkan, kondisi di area masjidil harom masih sangat sesak oleh jamaah dari berbagai negara yang akan menuntaskan rukun haji.

Ketua rombongan 2 kloter jks 67 itu menambahkan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian khusua bagi jamaah indonesia karena postur tubuh jamaah dari negara lain yang tinggi besar, bisa membuat ketindaknyamanan saat melakukan tawaf sai.

Selain itu, kata dia, angkutan umum yang disediakan pemerintah bagi jamaah haji Indonesia dengan rute hotel ke masjid hingga saat ini, belum kembali beroperasi. “Diperkirakan baru besok bis yang biasa disebut angkutan shalawat ini akan kembali aktif,” kata Ketua KBIH Ibnu Aqil tersebut.

Kondisi ini, sambung dia, membuat jamaah yang ingin melaksanakan shalat di masjid harom harus berjalan kaki atau naik taksi dengan tarif tinggi mencapai 100 riyal atau sekitar Rp400 ribu dengan jarak dua hingga tiga kilometer.

Ia mengimbau, jamaah agar berhati-hati dan jangan sendirian jika bepergian menggunakan taksi demi keamanan dan keselamatan. (*/cr1)

Baca Juga