Beranda Bogor Raya

Cuaca Bogor Terasa Tambah Dingin, BMKG Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi Cuaca

CIBINONG–RADAR BOGOR, Masyarakat Bogor tentu merasakan ada yang berbeda dengan suhu udara sejak beberapa hari ini. Ya, Bogor terasa lebih dingin.

Kondisi ini sangat terasa pada malam hari menjelang pagi. Dimana, suhu di beberapa wilayah di Bogor bisa mencapai 20 derajat Celcius. Penyebabnya ternyata efek dari puncak musim kemarau.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga, Hadi Saputra.

Menurut Hadi, pada malam hari tidak muncul awan seperti biasanya. “Sehingga panas di permukaan bumi dan gelombang panjang dipancarkan seluruhnya. Dan tidak ada yang dipantulkan lagi ke bumi. Efek puncak kemarau,” kata Hadi saat dikonfirmasi.

Cuaca dingin ekstrem ini, kata dia, justru tak hanya di malam hari. Saat pagi dan siang hari juga hawa dingin itu masih terasa oleh kulit. Hawa dingin itu bakal berkurang hingga menyerap energi gelombang pendek dari matahari.

“Sampai bumi kembali menyerap energi gelombang pendek dari matahari, kemudian dipancarkan ke atmosfer, saat itulah kita kembali merasakan kehangatan atau panas bumi,” terangnya.

Hadi mengaku bahwa hawa dingin yang hampir melanda seluruh wilayah Bogor merupakan yang terdingin sejak lima tahun terakhir. BMKG bahkan mencatat, suhu udara sesekali menyentuh angka 15 derajat celcius.

Dari data 30 tahun terakhir, suhu di kawasan Puncak misalnya, pada pagi hari suhu disana mencapai 20 derajat celcius normalnya. Siang hari 25 derajat celcius, dan malam hari 22 derajat celcius. Sekarang ini, suhu udara di sana bisa mencapai 15 derajat celcius.

“Wilayah Indonesia dipengaruhi aliran massa dingin dari Australia menuju Asia. Aliran massa dingin ini yang kemudian menyebabkan perubahan suhu menjadi lebih dingin,” tukasnya.(dka/c)

Baca Juga