Beranda Politik Misbakhun Berharap Presiden Jokowi Tak Salah Pilih Tim Ekonomi

Misbakhun Berharap Presiden Jokowi Tak Salah Pilih Tim Ekonomi

nggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun berharap Tim ekonomi Jokowi di periode depan bisa lebih fokus pada persoalan pajak dan kesejahteraan rakyat. (dok JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Salah satu tantangan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah realisasi penerimaan pajak dari tahun ke tahun yang selalu meleset dari target. Itu diungkapkan oleh Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun.

Menurutnya, persoalan pajak merupakan masalah serius, sehingga kementerian di bidang perekonomian pun harus menanganinya dengan sungguh-sungguh. Tidak bisa dianggap sepele, karena ini menyangkut banyak aspek penting.

“Ada permasalahan sangat serius terhadap penerimaan pajak kita. Dan ini (pajak, red) adalah national interest kita. Siapa yang akan menjaga ini kalau bukan kita semua,” ujar Misbakhun dalam diskusi bertema ‘Plus Minus Paket Menteri Ekonomi di kabinet Jokowi’ yang digelar di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (04/07).

universitas pakuan unpak

Legislator asal Pasuruan Jawa Timur ini juga menjelaskan, pembenahan pajak harus dimulai dengan peningkatan tax ratio. Hanya saja, kata Misbakhun, angka tax ratio masih simpang siur. Karena itu, ia lantas membeberkan hitungannya.

Dituturkan Misbakhun yang merupakan Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2018 mencapai Rp 14.837,4 triliun. Adapun penerimaan pajak tahun lalu di angka Rp 1.315 ,9 triliun. Dengan demikian angka tax ratio di kisaran 8,8 persen.

Namun jika merujuk angka total penerimaan perpajakan (pajak dan cukai) yang mencapai Rp 1.521,4 triliun, maka angka tax ratio di kisaran 10,25 persen. “Saat ini angkanya di kisaran 10,3 persen, tetapi selisih satu persen pun angkanya tetap triliunan,” paparnya.

Karena itu Misbakhun menegaskan, pajak sebagai kepentingan nasional harus ditangani secara serius demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Ini adalah suara yang paling nyata terhadap kepentingan kita, tidak ada yang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, pertumbuhan ekonomi saja tidak bisa dijadikan patokan tentang meningkatnya kesejahteraan. Sebab, jika angka pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi kesenjangan merajalela berarti tujuan menyejahterakan seluruh warga negara tidak terwujud.

“Karena pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dapat menyejahterakan masyarakat,” kata Misbakhun.

Untuk itu pula, politikus Golkar ini mengharapkan menteri yang berkaitan langsung dengan pajak pada kabinet mendatang benar-benar loyal dan memahami keinginan Presiden Joko Widodo.

“Karena itu kita cari sebenarnya bukanlah orang-orang dipuji oleh luar negeri, reputasinya internasional dengan berbagai macam penghargaan, tetapi menteri yang loyal seratus persen kepada presidennya,” pungkasnya. (JPG/magang-damar)