Beranda Metropolis Masuki Akhir PPDB, 6405 Siswa di Kota Bogor Gagal ke Sekolah Negeri

Masuki Akhir PPDB, 6405 Siswa di Kota Bogor Gagal ke Sekolah Negeri

Ratusan orang tua/wali murid mendaftarkan anaknya pada PPDB SMAN 1 Bogor, Senin (17/6). Nelvi/Radar Bogor.

BOGOR – RADAR BOGOR,Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dan SMA/SMK 2019 memasuki babak akhir.

Dinas Pendidikan Kota Bogor mencatat, ada 6.405 siswa gagal masuk ke sekolah menengah pertama negeri (SMPN). Jumlah ini diprediksi bakal bertambah mengingat pendaftaran PPDB SMA/SMK baru akan ditutup hari ini, Sabtu (22/6).

PPDB di Kota Bogor Masih Semrawut, Dewan Desak Evaluasi. Segera Panggil Kadisdik!

mitra-10-shop-vaganza

Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Jajang Koswara mengatakan, para calon peserta didik baru yang dinyatakan tak lolos merupakan siswa yang telah mendaftar PPDB pada dua tahap.

“Yakni PPDB online dan offline,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Pada PPDB offline yang dilaksanakan sejak 22-24 Mei 2019 tak kurang diikuti 3.633 pendaftar. Sementara pada PPDB online yang dimulai 17-19 Juni 2019 diikuti 8.242 pendaftar. Total pendaftar PPDB SMPN Kota Bogor tahun ini mencapai 11.875 siswa. Dari jumlah itu hanya 5.470 siswa yang diterima.

Kepala Disdik Kota Bogor Fakhrudin menjelaskan, jumlah SMPN di Kota Bogor tak dapat menampung seluruh lulusan sekolah dasar yang ada. Sebab lulusan SD atau madrasah ibtidaiyah (MI) berkisar 17 ribu. Sementara kuota yang dapat tertampung di SMPN tak sampai enam ribu.

“Karena itu secara otomatis mereka yang tak lolos akan tersebar di beberapa SMP swasta atau Mts (madrasah tsanawiyah, Red),” imbuhnya.

Dia menjelaskan, ada dua hal pokok dalam sistem zonasi yang diberlakukan saat ini. Pertama, masyarakat yang lokasi sekolah paling dekat dengan tempat tinggalnya. Kedua, tes seleksi anak-anak yang memang memiliki prestasi yang baik. Dengan begitu, Fahmi -sapaan akrabnya- yakin bahwa mutu anak akan merata di setiap sekolah.

“Jadi saat ini mutu anak sudah merata, tinggal yang dilakukan oleh Disdik adalah mutu pelayanan,” jelasnya.

Mutu pendidikan yang dimaksud, sambung dia, adalah dengan melakukan pemerataan sekolah di masing-masing kecamatan. Tahun 2019 rencananya akan dibangun sekolah di Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal, lalu di tahun berikutnya membangun di Kelurahan Cimahpar Kecamatan Bogor Utara dan di Kecamatan Bogor Timur.

“Sambil membangun itu, mutunya kita upayakan merata, diantaranya lewat zonasi ini,” imbuhnya.

Keluhkan Sistem Zonasi PPDB, Orang Tua Siswa : Percuma Punya Nilai Bagus

Disamping itu, dampak dari zonasi juga mengubah skor passing grade di tiap-tiap sekolah. Fahmi memaparkan, saat di tahun pelajaran 2019/2020 passing grade tertinggi diraih oleh SMPN 6 Bogor dengan skor 369,93. Peringkat kedua SMPN 4 Bogor dengan skor 363,92. Peringkat ketiga diraih SMPN 14 Bogor dengan skor 360,43.

Seperti diketahui, sejak dibuka Senin (17/6), PPDB SMP dan SMA/SMK banjir protes dari orang tua yang anaknya gagal diterima lantaran kalah bersaing dengan anak yang tempat tinggalnya lebih dekat dengan sekolah. (mer/ysp)