Beranda Berita Utama Saksi BPN Sebut Ada Rekayasa NIK, Ini Tanggapan KPU Kabupaten Bogor

Saksi BPN Sebut Ada Rekayasa NIK, Ini Tanggapan KPU Kabupaten Bogor

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor, Umi Wahyuni. (metropolitan.id)

CIBINONG-RADAR BOGOR, Dalam sidang sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Saksi dari paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno, Idham mengatakan bahwa ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang direkayasa atau siluman.

Idham mengungkapkan ada 10.901.715 NIK rekayasa atau siluman dan jumlah tertinggi ada di Kabupaten Bogor berkisar tertinggi itu di Bogor, sekitar 437 ribu lebih.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor, Umi Wahyuni mengatakan akan berkoordinasi dengan KPU RI.

universitas pakuan unpak

Heboh Pengakuan Saksi 02 di Sidang MK, NIK Rekayasa Paling Banyak di Bogor

“Namun pada prinsipnya kita (KPUD) siap apabila diminta data yang diperlukan untuk persidangan di MK,” katanya, Rabu (19/6/2019) seperti dikutip dari pojokbogor.com.

Sementara saat ditanya, apa betul ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang direkayasa atau siluman, Umi membantah hal tersebut.

Belasan saksi dari pihak pemohon diambil sumpahnya saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Gedung Mahkamah Konstitusi,
Jakarta, kemarin.

“Gak ada itu NIK rekayasa dan siluman,” singkatnya.

Sementara itu sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan agenda mendengarkan saksi fakta dan ahli dari pemohon alias Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno baru selesai Kamis (20/6) pagi, pukul 05.00. Rencananya majelis hakim MK melanjutkan sidang Kamis siang, pukul 13.00.

Agenda siang ini mendengarkan saksi fakta dan ahli dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sidang ini telah selesai dan ditutup,” ujar Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta, Kamis (20/6) dini hari dikutip dari jawapos.com. (JPG)