Beranda Bogor Raya Proyek Bendungan Ciawi Digeber, Juni Semua Lahan Dibebaskan

Proyek Bendungan Ciawi Digeber, Juni Semua Lahan Dibebaskan

Lokasi pembangunan Bendungan Sukamahi Ciawi.

MEGAMENDUNG –  RADAR BOGOR, Pembebasan lahan proyek bendungan Ciawi, dan Sukamahi akan segera tuntas. Demikian dikatakan Camat Megamendung, Hadijana Rabu (8/5/2019).

Menurut camat, pembebasan lahan milik warga yang terkena megaproyek ini akan diselesaikan awal Juni mendatang. “ Target pembebasan lahan memang harus tuntas pada tahun 2019 ini,” katanya.

Setelah pembelasan selesai, tahap selanjutnya yakni pekerjaan fisik. Rencananya, kata dia, pekerjaan akan dilakukan 2020 mendatang.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Kalau pembangunan enggak mungkin tahun ini. Kalau pembebasan lahannya dipastikan habis lebaran 2019 tuntas semua,” ungkapnya saat ditemui Radar Bogor.

Meski begitu, kata dia, ada beberapa bidang lahan yang tidak mudah dibebaskan. Menurutnya, diperlukan musyawarah antara pemilik lahan dan pemerintah daerah.

Lahan tersebut terletak di Kampung Pasir Purut, Desa Gadog. ” Sekitar 30 bidang lahan lagi. Ada juga di Desa Cipayung. Ini yang beberapa belum musyawarah,” ujarnya.

Sementara, untuk Desa Gadog terdapat 500 bidang lahan yang akan dibebaskan. “ Saat ini baru 379 bidang yang sudah dibebaskan. Sisanya sudah di musyawarahkan, dan tinggal dilakukan pembayaran,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Jendral Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hari Suprayogi optimistis bendungan Ciawi dan Sukamahi dapat dioperasikan pada 2020.

Meski pembangunan bendungan memiliki rata-rata pagu waktu pekerjaan empat sampai lima tahun, ia yakin kedua bendungan tersebut bisa selesai tepat waktu.

Untuk membangun dua bendungan ini, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun. Anggaran ini dipergunakan untuk fisik dan pembebasan lahan. “ Pembebasan lahan sudah 80 persen. Sisanya tinggal tahap pembayaran,” terangnya.

Meski begitu, ia menyebut jikakonstruksi pembangunan bendungan telah dilakukan dengan biaya sebesar Rp 1,2 triliun. “ Seluruh anggaran murni dari APBN,” imbuhnya.(drk/c)