Beranda Bogor Raya Tekendala Pembebasan Lahan, Optimis Dua Bendungan di Ciawi Selesai 2020

Tekendala Pembebasan Lahan, Optimis Dua Bendungan di Ciawi Selesai 2020

Bendungan Sukamahi di Kecamatan Megamendung dan Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor,

MEGAMENDUNG-RADAR BOGOR, Meski masih terkendala pembebasan lahan, dua bendungan Ciawi dan Sukamahi, Kecamatan Megamendung diprediksi selesai tahun 2020.

Direktur Jendral Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi optimis tahun depan kedua bendungan tersebut bisa digunakan.

Menurutnya, meski pembangunan bendungan memiliki rata-rata waktu pengerjaan empat sampai lima tahun, dirinya merasa yakin bahwa kedua bendungan tersebut akan segera selesai sesuai perkiraan.

universitas ibn khaldun bogor uika

Terkait dengan lahan bendungan, lanjut Hari, pembebasan lahan untuk kedua bendungan tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun. Sedangkan untuk pembebasannya pun telah berjalan hingga 80 persen.

“Sisanya tinggal 20 persen. Dan tinggal tahapan pembayarannya,” ungkapnya Kamis (2/5). Meski begitu, Hari menyebutkan kontruksi pembangunan bendungan telah dilakukan dan menelan biaya sebesar Rp 1,2 triliun.

Hari menambahkan, untuk progres pembangunannya saat ini telah mencapai 18 persen.

“Awalnya pasti masalah lahan, tapi ini udah keliatan. Waduk Ciawi dan Sukamahi semua dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik lahan maupun konstruksi,” kata Hari.

Dirinya mengatakan, kedua bendungan yang dikerjakan sejak 2017 itu diharapkan mampu mengurangi banjir di DKI Jakarta yang disebabkan luapan Hulu Sungai Ciliwung, Kabupaten Bogor.

“Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,45 juta kubik air atau bisa menampung 365 meter kubik air per detik. Sementara Bendungan Sukamahi memiliki volume tampung 1,68 juta meter kubik atau 56 meter kubik air per detik,” ungkapnya.

Adapun fungsi kedua bendungan, Hari menjelaskan, bendungan tersebut akan menampung air dan memperlambat laju air menuju Jakarta.

“Air masuk dulu kekedua bendungan, lalu dialirkan ke Katulampa dengan kapasitas sedikit dan secara bertahap akan di alirkan lagi ke Jakarta,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Megamendung Hadijana mengatakan, masih ada beberapa lahan yang terdampak pekerjaan kedua bendungan yang belum di bebaskan.

“Tinggal beberapa lagi. Dan untuk lahan yang sudah musyawarah itu 90 persen untuk kedua bendungan,” pungkasnya. (drk/c)