Beranda Metropolis Pasca Pembongkaran, Pembangunan Pedestrian Otista Digeber. Tunggu Lahan Steril!

Pasca Pembongkaran, Pembangunan Pedestrian Otista Digeber. Tunggu Lahan Steril!

Petugas tengah memberishkan puing-puing bangunan pasca pembongkaran kios kerajinan di Jalan Otista. Nelvi/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Lokasi eks pedagang aksesoris dan cindera mata yang baru digusur, Senin (8/4/2019) kemarin langsung disiapkan untuk pembangunan pedestrian oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor.

Saat ini, DPUPR menunggu puing-puing yang tertinggal di lokasi rapi, untuk segera dibangun pedestrian yang sempat terhenti itu.

Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jalan Jembatan pada DPUPR Kota Bogor, Wawan Gunawan mengatakan, perencanaan pembangunan sudah siap. Pelaksanaannya tinggal menunggu kondisi di lokasi eks pedagang rapi.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

“Setelah ini selesai, mungkin kita ada pematangan untuk clearing lahan, baru setelah itu masuk ke fisik,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (9/4).

Wawan menerangkan, pedestrian yang akan dibangun memiliki panjang 60 meter dengan lebar dua meter. Satu meter lebar diantaranya akan digunakan untuk jalur hijau.

Sehingga, pedestrian lebih terlihat asri dan tidak gersang saat digunakan oleh para pejalan kaki. Dia yakin, pembangunan akan lebih cepat dilaksanakan karena anggaran yang akan digunakan sebesar Rp200 juta.

Sehingga proses bisa dengan penunjukan langsung (PL) tanpa melakukan lelang fisik. “Anggarannya Rp200 juta, karena memang ini pekerjaan lanjutan 60 meter, jadi tidak perlu lelang, penunjukan langsung saja,” terangnya.

Selain fokus pada pembangunan pedestrian di Jalan Otista, Wawan mengaku, DPUPR juga tengah fokus pada pembangunan lanjutan pedestrian di Jalan Surya Kencana (Surken). Saat ini, prosesnya sudah masuk pada persiapan dokumen untuk segera dilelangkan.

“Mudah-mudahan masuk lelang di bulan April ini, sehingga kegiatan jalur pedestrian Jalan Otista dan Surken bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi menuturkan siap mengamankan lokasi eks pedagang, untuk mendukung kegiatan yang akan dilakukan DPUPR Kota Bogor pasca penertiban.

Namun, bukan berarti para pedagang yang sudah direlokasi dilepas begitu saja. Karena Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menyiapkan formulasi, agar lokasi baru para pedagang di Plaza Bogor tetap menarik pengunjung.

“Pasca ini, PDPPJ bersama Dinas Koperasi dan UMKM mengurusi tentang meramaikannya atau menginformasikan lokasi yang baru ke masyarakat. Sementara tugas Pol PP mengamankan eks lokasi yang ditinggalkan dan DPUPR mengerjakan lahan,” pungkasnya. (gal/c)