Beranda Bogor Raya

Selatan Kabupaten Bogor Kesulitan Air, Warga Terima Bantuan 25 Sumur Bor

Peresmian bantuan 25 sumur Bor di Cijeruk.

CIJERUK-RADAR BOGOR, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyerahkan bantuan 25 unit sumur bor di 17 Kecamatan, Kabupaten Bogor bagian selatan yang kesulitan air, kemarin.

Bantuan yang diserahkan bertujuan untuk memenuhi pasokan air bersih bagi 75 ribu warga.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Andriani.

Kata dia, Menteri ESDM, Ignasius Jonan juga nantinya akan meresmikan sebanyak 7 unit sumur bor secara langsung pada Desember 2019. “Kemarin sudah 18 unit sumur bor diresmikan. Sisanya nanti langsung bersama pak Menteri,” ungkapnya.

Andriani juga mengatakan, alokasi anggaran yang dihabiskan untuk membangun 25 sumur bor yang ada di Kabupaten Bogor sebesar Rp 7,2 Miliar.

Lanjut dia, Kementerian ESDM menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengenai proses penyaluran air tersebut kepada warga.

“Yang kita bangun dari sumber air, dapat satu tor, ada pompa, jenset, itu aja dari kami. Penyaluran ini diserahkan ke desa. Intinya setelah diresmikan diberikan ke Pemda. Kami cuma membantu daerah sulit air,” kata dia.

Andriani menyebutkan, kelebihan sumber air tersebut ada pada kedalaman pengeboran yang mencapai 135 meter sehingga mampu menghasilkan 2 kubik liter air per detik.

“Ini berbeda dengan sumur dangkal yang biasa dibangun warga yang hanya mencapa 40 meter. Sehingga pada musim kemarau pun air bor ini masih akan berjalan,” jelasnya.

Menanggapi wilayah krisis air di Kabupaten Bogor, Penjabat (Pjs) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan, walaupun Bumi Tegar Beriman merupakan daerah hujan yang cukup tinggi.

Namun jika masuk musim kemarau, ada 17 kecamatan dari 40 kecamatan yang mengalami kesulitan air.

“Kami tak pungkiri dari 40 kecamatan ada 17 kecamatan yang masuk status rawan air jika memasuki musim kemarau, selain pembangunan sumur bor solusi lainnya yang kita sedang lakukan adalah melindungi mata air dan wilayah konservasi dari alih fungsi,” ucap Burhanudin.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu menuturkan orang bisa tidak makan 10 hari akan tetapi tidak bisa bertahan bila tidak minum selama itu. Sehingga hak masyarakat Indonesia dalam mendapatkan air khususnya air bersih ini akan terus kami perjuangkan.

“Tiap tahunnya bersama Kementerian ESDM kami membangun sumur bor di kampung yang mengalami kekeringan, sehingga masyarakat dapat terlayani mendapatkan pasokan air bersih” tuturnya.

Ditempat yang sama, Wiwik, Warga Desa Cibalung RT 02 RW 04 mengungkapkan sudah puluhan tahun kampungnya mengalami kesulitan air jika Bogor memasuki musim kemarau. Hingga jika mau mandi warga mandi di Sungai Cisadane, sedangkan untuk air minum warga membeli air isi ulang.

“Kalau musim kemarau kami harus turun 500 meter ke Sungai Cisadane untuk mandi dan cuci, sedangkan untuk keperluan masak dan minum kami membeli air isi ulang,” pungkas Wiwik (drk/c)

 

Baca Juga