Beranda info bogor Pertama di Bogor, Rasakan Sensasi Seblak Berkuah di Taman Topi Square

Pertama di Bogor, Rasakan Sensasi Seblak Berkuah di Taman Topi Square

Saung Seblak
BOGOR-RADAR BOGOR,Seblak, kuliner khas Bandung ini juga populer di Bogor. Penganan yang biasanya berisi kwetiau, kerupuk, bakso dan bahan lainnya ini menghasilkan cita rasa kenyal namun pedas.

Kepopuleran seblak inilah, yang membuat Lia Dedeh Julia mencoba peruntungan dengan berjualan seblak di Kota Hujan, tepatnya pada medio 2010 lalu.

Lia, wanita kelahiran 11 Januari 1981 ini memang kelahiran Bandung.

universitas ibn khaldun bogor uika

Dia mengaku memang menyukai seblak, namun tidak ada seblak yang sesuai seleranya di Bandung, atau memang rasanya yang itu-itu saja.

“Seblak itu kan aslinya tidak berkuah, kalau seblak buatan saya memang dibuatnya berkuah. Lalu saya modifikasi dengan tambahan bakso urat, sosis, hingga iga. Bagaimana makan bakso urat atau daging ada semua di satu porsi seblak. Rata-rata kan hanya seiris-seiris,” katanya.

Dikatakan Lia, tiga tahun berselang setelah Saung Seblak hadir dan menempati outlet pertama di Taman Topi Square, Lia mulai membuka kemitraan.

Hingga kini, sudah bermitra dengan lebih dari lima pengusaha. Faktanya, Saung Seblak menjadi outlet pertama di Bogor yang menghadirkan menu seblak.

“Saya kan sudah keliling, tetap saja kalau ingin seblak harus ke Bandung.

“Awalnya sempat pesimis karen sewa di sini mahal dan apakah orang-orang suka enggak sih. Tapi Alhamdulillah omset pertama untuk ukuran seblak Rp1 juta sehari. Akhirnya ada yang nawarin bazaar, bagian dari promosi, saya ikut bazaar,” katanya.

Dengan range harga seblak mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, dalam sehari Lia kini mampu meraih omset kisaran Rp2,8 juta hingga Rp3 juta.Angka ini akan meningkat hingga Rp5 juta di akhir pekan.

“Modal awal buka outlet pertama Saung Seblak di Taman Topi Square kisaran Rp15 jutaan, lebih ke sewa tempat yang mahal. Tapi Alhamdulillah sudah balik modal,” ujarnya.

Sedari awal membangun bisnis Saung Seblak, Lia mengaku tidak pernah menurunkan kualitas bahan-bahan yang disediakan.

Bahan-bahan yang digunakan termasuk kelas premium, mulai dari kerupuk udang, sosis maupun bakso yang di atas standar.

“Jadi kalau menggunakan bahan standar pasti mengubah rasa, tadinya enak itu jadi hilang, makanya dari awal konsisten kualitas bahan dijaga, meskipun sekarang keteteran dengan bahan yang mahal. Tapi tetap mempertahankan kualitas untuk menjaga pelanggan,” katanya.

Lia mengatakan, setelah sukses dengan Saung Seblak, setahun terakhir berinovasi dengan menciptakan Seblak Madam, yakni seblak frozen siap masak yang rasanya persis dengan seblak yang dijual di Saung Seblak.

“Rasa Seblak Madam tidak beda jauh dengan seblak yang dimasak langsung. Jadi bumbu yang ada saya racik, kuat hingga empat hari atau empat bulan jika disimpan di freezer. Seblak Madam bahkan sudah sampai ke Jepang, Singapura,” urainya.Sehari-hari, masih kata Lia, dirinya meracik 10 kilogram cabai juga bumbu untuk persediaan Saung Seblak dan mitra Saung Seblak lainnya.”Rata-rata per hari produksi Seblak Madam 100 pack,” tandasnya.(wil/c)