25 radar bogor

PDAM Tirta Pakuan Tekan Kebocoran dengan Banprov

DIOPTIMALISASI: Petugas sedang memperbaiki instalasi pengolahan air (IPA) Dekeng PDAM Tirta Pakuan.

BOGOR – RADAR BOGOR,Tingkat kebocoran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor masih cukup tinggi. Yakni berada di angka 31 persen pertahunnya. Hal itu membuat PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya meminimalisir.

Di tahun ini, perusahaan plat merah itu mendapatkan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat untuk pengadaan District Metering Area (DMA) dan Pengembangan Pipa Distribusi. Namun, pengadaannya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor.

“Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat itu akan turun ke Dinas PUPR, rencana ada dua yaitu pembangunan DMA sebesar Rp51 miliar dan pembangunan pipa distribusi Rp14 miliar,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya kepada Radar Bogor, kemarin (8/3).

Deni menerangkan, DMA merupakan upaya untuk menurunkan tingkat kebocoran air dengan terlebih dahulu memonitoring kondisi air yang didistribusikan. Baik kubikasi maupun tekanannya. Sehingga cakupan daerah penelitian bisa lebih kecil.

Saat ini PDAM Tirta Pakuan baru memiliki DMA di lima titik saja. Nantinya, dengan Banprov Jabar menjadi antara 150 hingga 200 titik. Sehingga semua zona dapat tercover dengan baik.

“Jadi lebih memudahkan petugas melakukan pelacakan karena terpetakan daerah potensi kehilangan air dan diperlukan juga beberapa aksesoris pada sebuah DMA, seperti water meter induk, katub atau valva, PRV (Pressure Reducing Valve), dan monitoring data logger untuk analisa,” terangnya.

Potensi kebocoran air PDAM Tirta Pakuan, kata Deni, berbeda-beda setiap tahun. Di 2018 saja mencapai 32 persen dari zona satu hingga zona enam. Memang dengan DMA saja tidak cukup menekan angka kebocoran.

Namun setidaknya bisa terbantu. Sebab diperlukan juga penggantian pipa di beberapa titik. Terutama pipa-pipa yang sudah lama.

Seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Jalan Dadali, Jalan Merak hingga Jalan Suryakencana. Karena itu secara bertahap semua akan diperbaiki, sehingga target kebocoran air turun menjadi 20 persen.

“Harapan kita kehilangan air kita bisa menurun dari 30 persen menjadi 20 persen. Lalu penambahan pelanggan dan memperbaiki sistem pengairan sehingga air bisa cukup melayani 24 jam,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan pipa distribusi, lanjut Deni, merupakan pengembangan jaringan. Dari bantuan senilai Rp14 miliar itu akan difokuskan pada wilayah Tanah Sareal, Bogor Barat dan Bogor Utara. Sebab di tiga wilayah tersebut, masih banyak potensi pelanggan dan berpeluang menjadi pelanggan PDAM Tirta Pakuan.

“Pokoknya Rp14 miliar itu harus bisa meraih pelanggan dan memperbaiki aliran air pipa, artinya dari pipa yang kecil menjadi pipa yang besar. Jadi mengembangkan pipa yang ada dengan lebih luas, bukan mengganti pipa lama,” pungkasnya. (gal/c)