25 radar bogor

Gawat! 168 Jenis Burung Terancam Punah

BOGOR – RADAR BOGOR,Jumlah burung di Indonesia meningkat menjadi 1.777 jenis di tahun ini. Bertambah sekitar enam jenis, yang awalnya sebanyak 1.771 pada 2018. Dari jumlah tersebut, 168 jenis di antaranya terancam punah berdasarkan hasil kajian Burung Indonesia yang dilakukan hingga akhir 2018. Padahal, sebelumnya berjumlah 163 jenis.

Menurut Biodiversity Conservation Specialist Burung Indonesia, Ferry Hasudungan, dari 168 jenis 30 dinyatakan berstatus kritis oleh badan konservasi dunia—IUCN, status terakhir sebelumnya dinyatakan punah di alam.

Selain itu, ada 44 jenis dinyatakan berstatus genting dan 94 jenis rentan terhadap kepunahan di alam,” ucapnya.

Sementara terkait penambahan jenis burung tersebut, kata Ferry, meliputi jenis penetap maupun migran yang berkunjung ke wilayah Indonesia setiap tahun. Penambahan jumlah ini disebabkan adanya perubahan taksonomi juga catatan baru untuk Indonesia.

“Enam jenis yang merupakan catatan baru di Indonesia, di antaranya jenis burung perancah Eurasian Oystercatcher (Haematopus ostralegus), poksai kepala-botak (Garrulax calvus), jenis burung sikatan Zappey’s Flycatcher (Cyanoptila cumatilis), sikatan-burik sulawesi (Muscicapa sodhii), cikrak rote (Phylloscopus rotiensis), dan kedidi paruh-sendok (Calidris pygmaea),” sebutnya.

Beberapa di antaranya adalah jenis burung migran yang pertama kali tercatat di Indonesia.

Masih kata Ferry, dari ribuan jenis burung yang tercatat di Indonesia, terdapat 557 jenis di antaranya dilindungi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomer P.106 2018. Bahkan, dari 14 jenis burung yang terancam punah ada empat yang belum mendapatkan status perlindungan dari pemerintah.

“Hal tersebut terjadi pada perenjak jawa (Prinia familiaris), poksai mantel (Garrulax palliatus), dan cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus). Sedangkan jenis baru cikrak rote (Phylloscopus rotiensis), status keterancamannya saat ini belum dievaluasi,” katanya.

Selain itu, sambung dia, ada tiga jenis burung yang belum dimasukkan ke dalam daftar terbaru karena daerah sebarannya yang tidak tercatat di Indonesia atau belum diakui taksonominya oleh BirdLife International.

“Seperti nasar himalaya (Gyps himalayensis), poksai jambul (Garrulax leucolophus), dan gosong forsten (Megapodius forstenii),” tukasnya.(rp3/c)