25 radar bogor

Ditemukan di Kandang Ayam, Bocah 11 Tahun Ini Hanya Diberi Makan Nasi dan Garam

R saat dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau, Rabu (6/3/2019).

RIAU-RADAR BOGOR, R tampak terduduk lesu di atas tempat tidur ruang perawatan khusus di RS Bhayangkara Polda Riau, Rabu (6/3/2019). Tubuhnya yang kurus hanya ditutupi dengan selimut, tangan kanan terpasang infus dan di tangan kirinya terlihat luka basah.

Mata bocah 11 tahun berjenis kelamin laki-laki ini, bengkak besar warna keunguan. Sekujur tubuh dipenuhi luka kering maupun basah. Ada luka bakar ataupun luka bekas pukulan benda tumpul. Untuk berbaring kembali ke tempat tidur pun juga susah. Ia harus pelan-pelan karena tulang rusuk di bagian kanannya patah.

R merupakan korban penganiayaan yang diilakukan oleh orangtuanya sendiri. “Sama ayah dihajar pakai selang. Udah banyak dihajar. Sendoknya dipanasin (lalu ditempel ke badannya). Enggak ada salah, memang kayak gitu setiap hari. Makan tiap hari nasi sama garam aja,” ungkap R dengan nada pelan saat dijumpai di RS Bhayangkara Polda Riau, Rabu (6/3) siang.

R ditemukan pertama kali oleh Joko Sutopo, 35, dan Pardimin, 35, di dalam kandang ayam milik Sugito yang terletak di Jalan Sao Mati, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Selasa (5/3) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, keduanya sedang bekerja menghaluskan dinding kandang ayam tersebut. Kondisi korban sangat miris saat itu. Ia ditemukan dalam kondisi tak berdaya.

Kedua saksi langsung melaporkan hal itu ke Sugito, lalu membawa korban ke RS Bhayangkara Polda Riau. Korban mengaku tak ingin kembali ke rumah tersebut apalagi berjumpa dengan pelaku.

“Enggak mau (pulang) lagi. Enggak mau,” sebutnya.

Sementara itu, Kasubbid Yanmed Biddokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto mengatakan, korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB.

“Ada korban penganiayaan yang datang. Karena menyangkut anak di bawah umur, kami melakukan pemeriksaan secara komprehensif. Konsul ke dokter spesialis,” kata dia.

Saat datang, kondisi korban tak begitu baik. Untuk diajak berbicara susah. “Dia sadar, tapi untuk diajak komunikasi tidak begitu kooperatif. Saat di cek di laboratorium, korban mengalami anemia berat. Di kepala ada luka, tapi tidak sampai luka fatal,” sebutnya.

Selain itu, korban mengalami gizi buruk; tulang rusuk patah; ada luka bakar di sekujur tubuh. “Kini korban sudah bisa ngobrol, minta makan sendiri bahkan diajak pulang enggak mau. Keluarga belum ada yang datang,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku penganiayaan diduga adalah Jenfriwan Harefa alias Irwan. Dia diamankan Polsek Tenayan Raya saat berada di ruang tunggu RS Bhayangkara Polda Riau, Selasa malam.

Pelaku yang masih berusia 21 tahun itu, merupakan orang yang merawat korban beberapa waktu belakangan. Menurut pengakuannya, aksi keji itu sudah dilakukan berulang kali sejak Januari 2019.

Korban tinggal dengan pelaku, di mana rumah mereka dekat dengan kandang ayam. Pelaku menyiksa korban dengan tangan, kayu, selang dan sendok yang dipanaskan di kompor. (jpg)