25 radar bogor

Derita Bocah Korban Gas Bocor di Cigudeg, Ifah: Semalaman Anak Saya Menangis

korban ledakan gas bocor di Kampung Pasiraor, Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Senin (4/3)

CIGUDEG-RADAR BOGOR, Anak pasangan Endah dengan Ifah merupakan satu dari 14 korban ledakan gas bocor di Kampung Pasiraor, Desa Tegallega, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Senin (4/3).

Saat itu Sifa diketahui tengah bermain dengan teman sebayanya. “Saya juga kaget pas dapat kabar anak saya jadi kortengah bermain dengan teman,” kata ibunda Sifa, Ifah.

Setelah dicek, benar bahwa anaknya menjadi korban ledakan gas bocor. Kaki anak kedua dari tiga bersaudara itu mengalami luka bakar cukup serius. Kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab, kedua kakinya membengkak. “Semalaman anak saya nangis. Pas kejadian juga. Namun hari ini (kemarin, red) kaki anak saya jadi melepuh,” tuturnya.

Pantauan di rumah korban, Sifa hanya terbaring di kasur tipis, se­sekali merasakan perih di bagian kakinya. Untuk menghilangkan rasa nyeri, keluarga korban memin­jamkan handpone agar Sifa lupa dengan kondisi kakinya saat ini. “Pengin sembuh kakinya. Kerasa sakit,” ucap Sifa dengan wajah menahan sakit.

Sebelumnya diberitakan. “Tolong..! tolong..! Aya seuneu..! Aya seuneu..!” teriakan wanita paruh baya seketika memecah acara tahlilan di rumah Mastur, warga Kampung Pasiraor di Desa Tegal­lega, Kecamatan Cigudeg, Ka­bupaten Bogor.

Tak lama, bunyi ledakan pun menyusul hingga membuat warga berhamburan. Sebagian bahkan ada yang ter­geletak tersambar api yang ber­sumber dari gas bocor.

Masuk gang kecil berukuran satu meter, rumah Mastur sudah dipenuhi warga. Mereka berham­buran keluar rumah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan gas bocor. Sejumlah tetangga yang ada di sekitarnya berteriak min­ta tolong.

Sedangkan dari dalam rumah, dekat dapur, api setinggi tujuh meter menyembur ke arah ibu-ibu yang asyik memasak un­tuk kebutuhan tahlilan di rumah Mastur.

“Api langsung nyambar ke ibu-ibu di sana. Sampai pada ngagaletak (tergeletak, red),” kata Anas, salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian nahas itu berawal saat belasan emak-emak tengah me­masak untuk acara tujuh harian meninggalnya salah seorang warga setempat. Namun di tengah proses memasak, tiba-tiba ada kebocoran gas dari salah satu tabung gas ukuran 3 kilogram.

”Korban atas nama Mastur membawa tabung gas yang bo­cor itu ke kamar mandi dan merendamnya di bak mandi. Saat itu gas tetap keluar dari tabung. Kemudian Mastur meninggalkan tabung itu dan menutup pintu kamar mandi,” beber Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena, Senin (4/3).

Sekitar sepuluh menit kemu­dian, Mastur kembali ke kamar mandi dengan maksud menge­cek tabung tersebut. ”Tapi ke­tika saudara Mastur membuka pintu kamar mandi, ternyata api yang menyala di salah satu tung­ku dapur menyambar gas yang keluar dari tabung yang disimpan di kamar mandi dan terjadi le­dakan,” tutur Ita. ”Jarak tungku api ke kamar mandi itu sekitar 6 meter,” tambahnya.

Akibatnya, ada 14 orang yang jadi korban ledakan. “Semua mengalami luka bakar dan sudah dilarikan ke rumah sakit. Tidak ada korban jiwa,” katanya.

Dari 14 korban yang menga­lami luka bakar, lima korban yang mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Fatma­wati Jakarta untuk dilakukan perawatan intensif. Hal itu pun diamini Anas saat ditemui Met­ropolitan. “Ada lima yang kritis. Kulitnya sampai melepuh,” tuturnya.(mul/c/rez/run)