25 radar bogor

Buru Aedes Aegypti di Balaikota, Dinkes Kota Bogor Lakukan Hal Ini

Ilustrasi Nyamuk Malaria

BOGOR – RADAR BOGOR,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengubek-ubek Kompleks Perkantoran Balaikota, kemarin.

Lewat Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, dinkes memburu perkembangbiakan aedes aegypti ke setiap sudut ruangan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2P) pada Dinkes Kota Bogor Lindawati mengatakan, kewaspadaan terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD) perlu ditingkatkan.

Musababnya, cuaca Kota Bogor yang cenderung memiliki kelembapan tinggi menjadi daerah ternyaman bagi nyamuk berkembang biak.

“PSN 3M Plus ini lebih efektif daripada fogging,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Gertak PSN 3M Plus yang rutin dilakukan setiap Jumat itu, kata dia, tak hanya di lingkungan instansi pemerintah.

Tetapi juga perkantoran, sekolah, rumah sakit, puskesmas, rumah hingga lingkungan masyarakat.

Cukup dengan menguras tempat penampungan air dan membersihkannya.

Jika tidak bisa dikuras maka harus diberikan ABT. Setelah itu menutupnya agar potensi perkembang biakan jentik tidak terjadi lagi.

“Setelah dikuras, tutup tempat penyimpanan air dan kubur barang-barang bekas agar tidak menjadi tempat perindukan nyamuk,” terangnya.

Menurutnya, ditengah cuaca pancaroba ini masyarakat harus lebih memperhatikan kesehatannya.

Mengingat nyamuk aedes aegypti tidak pilih-pilih orang saat menggigit. Jika ada keluarga yang mengalami panas hingga tiga harus harus segera cek darah.

Kalau telah penanganan maka akibatnya bisa fatal.

“Kalau trombosit dibawah 150 harus dirawat,” tuturnya.

Lebih lanjut dia katakan, pelaksanaan PSN 3M Plus yang harus dilakukan rutin sekali dalam seminggu itu karena siklus hidup nyamuk yang juga seminggu sekali.

“Siklus hidup nyamuk itu seminggu sekali makanya kita berantas jentiknya karena satu nyamuk bisa ratusan telur,” pungkasnya. (gal/b)