25 radar bogor

Ada Desa Panjang Umur, Angka Harapan Hidup Warga Kabupaten Bogor Naik

Warga Sukamakmur Berumur Panjang
Emak Itih, salah satu warga Sukamakmur yang usainya mencapai 110 tahun.

CIBINONG-RADAR BOGOR,Fenomena adanya ‘Desa Panjang Umur’ di Kecamatan Sukamakmur merupakan sebuah realitas adanya peningkatan angka harapan hidup di Kabupaten Bogor.

Kasi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani, menjelaskan, meski tidak signifikan tapi terdapat peningkatan angka harapan hidup selama delapan tahun terakhir. Peningkatan itu nampak sejak BPS melakukan pencatatan, yakni pada tahun 2010. Saat itu angka harapan hidup masyarakat kabupaten Bogor 70,33 tahun.

Memasuki tahun 2011, angkanya meningkat jadi 70,39 tahun. Tahun berikutnya 2012 meningkat jadi 70,43 tahun, pada 2013 jadi 70,47 tahun, dan terbaru tahun 2017 meningkat jadi 70,70 tahun.

“Angka harapan hidup 70,70 artinya kemungkinan seorang bayi berumur nol tahun di kabupaten bogor akan hidup sampai umur 70,7 tahun atau hampir 80 tahun,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Rabu (27/2).

Sementara itu Riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan bergengsi The Lancet mengungkapkan, angka harapan hidup diperkirakan akan tumbuh di seluruh dunia. Penelitian ini menggunakan studi yang dilakukan Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study (GBD).

Para peneliti menganalisis 250 penyebab kematian untuk memperkirakan angka harapan hidup yang wajar di hampir 300 negara pada tahun 2040. Ada beberapa faktor utama yang dianggap berkontribusi pada kematian dini, seperti tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh dan gula darah, serta penggunaan tembakau dan alkohol.

Dari penelitian terungkap, beberapa negara yang memiliki angka harapan hidup terpanjang. Spanyol, harapan hidup rata-rata 85,8 tahun, Jepang, harapan hidup rata-rata 85,7 tahun, Singapura, harapan hidup rata-rata 85,4 tahun, Swiss, harapan hidup rata-rata, 85,2 tahun, Portugal, harapan rata-rata 84,5 tahun. Sedangkan Indonesia sendiri memiliki harapan hidup antara 75 – 77,5 tahun.

Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan, pihaknya akan memberikan perhatian kepada kaum lansia. Khususnya warga Sukamakmur. “Barang kali kita bantu dengan program-program kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Politisi PPP ini mengaku akan memaksimalkan program yang dimiliki Dinas Sosial. Pasalnya, hingga kini Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor mengenai program kesejahteraan masyarakat belum berjalan secara optimal.

“Kita punya perdanya tapi perdanya belum dilaksanakan. Nanti bisa pakai perda itu untuk mengatasi kampung jompo itu,” kata Ade Yasin.(fik/all/d)