25 radar bogor

Horee, RSUD Leuwiliang Naik Kelas ke Tipe B

Bupat Ade Yasin Sidak RSUD Leuwiliang
Bupati Ade Yasin saat sidak ke RSUD Leuwiliang, Rabu (13/2/2019).

LEUWILIANG-RADAR BOGOR, Kabar gembira buat masyarakat Leuwilaing khususnya dan warga Bogor Barat pada umumnya. Pasalnya, rumah sakit keganggan mereka RSUD Leuwiliang, sudah resmi naik kelas.

Dengan naiknya status RSUD Leuwiliang dari Tipe C menjadi Tipe B ini, setikadaknya pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih meningkat.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, RSUD Leuwiliang sudah naik tingkat dari tipe C menjadi B. Peningkatan ini, pasti ada kusekuensinya, yaitu harus lebih profesional. Selain itu, fasilitas yang ada di rumah sakit harus lebih ditingkatkan.

“Dengan naik kelas semua pelayanan harus ditingkatkan, mulai dari fasilitas sampai pegawai rumah sakit saat menangani pasien,” ujarnya saat menghadiri perayaan HUT ke-4 Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Leuwiliang, Rabu (27/2).

Iwan bersyukur, dengan RSUD Leuwiliang naik tingkat menjadi tipe B, sudah memiliki alat CT Scan serta anjungan pendaftaran online yang baru ia resmikan. “Mudah-mudahan dengan adanya CT Scan di sini masyarakat Bogor Barat tidak perlu jauh-jauh lagi ke rumah sakit lain,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Yayuk Tri Wahyu Harini menyampaikan, RSUD Leuwiliang sudah menunjukkan pelayanan profesional dengan meningkatnya kelas, menjadi rumah sakit tipe B. Dilengkapi ruang CT Scan dengan 128 slice, sehingga warga Bogor Barat tidak perlu rujukan ke rumah sakit lain.

“Ini salah satu untuk meningkatkan pelayanan mutu rumah sakit, warga Bogor Barat pelayanannya bisa terpenuhi. Untuk pendaftaran online, baik umum maupun pasien BPJS tidak perlu mengantriekembali seperti dulu,” ungkapnya.

Dirut RSUD Leuwiliang Wiwik Wahyuningsih bersyukur dengan HUT PPK BLUD RSUD Leuwiiang sehingga menjadi rumah sakit tipe B yang sudah punya CT Scan 128 Slice dari bantuan Gubenur Jawa Barat dan ajungan pendaftaran online.

“Jadi sekarang tidak ada lagi pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain dan kita sudah bisa menanganinya dengan baik, begitu juga dengan pendaftran online, walaupun masih banyak masyarakat yang belum mengerti mengunakannya, harus didampingi,” terangnya.

Selain itu RSUD Leuwiliang sudah memiliki 23 pelayanan poli klinik specilais, sehingga pihak rumah sakit sudah bisa menangani pasien tanpa adanya rujukan.

Bisa terlihat pada tahun sebelumnya ada 2.400 kasus saat ini menjadi 1.200 kasus. “Mudah-mudahan pada tahun ini bisa semakin menurun dan kita terus meningkatkan pelayanan,” pungkasnya.(*/nal)