25 radar bogor

Ekspor ke Tiongkok, Pasar Manggis Bogor Masih Dikuasai Tengkulak

Pasar Manggis Bogor Masih Dikuasai Tengkulak
Salah satu petani manggis di Bogor.

CIBUNGBULANG – RADAR BOGOR, Ekspor 10 ribu ton manggis oleh PT Mahkota Manggis Sehati ke Tiongkok, ternyata tidak dirasakan para petani di wilayah Bogor.

Pasalnya, para tengkulak masih menguasai pangsa pasarnya dengan harga tinggi sedangkan harga aslinya masih diangka Rp 2.000-5.000 per kilogram.

“Kami tidak bisa langsung memotong begitu saja kepada tengkulak. Karena, dari 16 orang, baru lima yang sudah tanda tangan dengan kami,” kata Kadistanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nurianty kepada Radar Bogor.

Ia juga mengaku, tengkulak sering kali memberikan uang panjar kepada petani sebelum manggis dipanen, itu yang menyebabkan harga aslinya masih tetap rendah.

“Memang sekarang lagi musimnya, tapi harga asli di petani masih berkisar Rp 2 sampai 5 ribu perkilo, dan jika ke PT langsung harga jual pasar paling rendah 18 ribu perkilo,”tambahnya

Ketika ditanyai siapa yang untung, ia mengaku, tengkulaklah punya peran besar dan menguntungkan ketika menjual manggis dari petani.

“Tengkulak yang untung, makanya kita mulai menghilangkan ketergantungan tersebut kepada petani, supaya mereka pun bisa merasakan keuntungannya,”cetusnya

Sementara itu, salah satu Petani Manggis di Kampung Cengal, Kecamatan Leuwiliang Afrijal menuturkan, para petani sering kali mempunyai hutang tanam kepada tengkulak. Makanya, harga yang ditawarkan masih dibawa rata-rata harga aslinya.

“Tetap harga asli di petani sekitar Rp2.000 per kilogram. Bahkan keuntungan yang kami dapat tidak terlalu besar. Malah rugi, karena harus keluar uang lagi untuk membayar tukang petik. Untuk satu orang mencapai Rp100 ribu. Itu tidak terpengaruh anjloknya harga manggis, pembayaran tetap sama,”pungkasnya. (nal/c)