25 radar bogor

Selain Istigasah, Kiai Ma’ruf Juga Konsisten Jalankan Tradisi NU ini

BOGOR – RADAR BOGOR, Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin hadir dalam pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU). Hajatan besar kaum nahdliyin itu digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, (27/2).

Munas-Konbes NU bakal diikuti perwakilan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 34 provinsi, lembaga, dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta para kiai dari berbagai pesantren. Forum yang digelar hingga 1 Maret 2019 ini mengangkat tema ‘Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat’.

Kiai Ma’ruf tiba di Banjar pada Selasa (26/2) sore, setelah menghadiri pertemuan dengan kiai-kiai dan sesepuh Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat. Sebelum menghadiri istigasah, Ma’ruf menerima kunjungan para kiai sepuh, pengurus Syuriah PBNU di rumah singgahnya di Hergasari, Petaruman, Kota Banjar.

Dewan Pembina Master C 19 Portal KMA, Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin (Gus Oqi), mengungkapkan, sore nanti, setelah pembukaan Munas dan Konbes NU, Kiai Ma’ruf dijadwalkan menghadiri silaturahim dengan alim ulama dan kiai kampung di Ponpes Miftahul Huda, Citangkolo.

“Agenda Abah dalam setiap kunjungannya ke berbagai daerah, selalu menyempatkan untuk silaturahmi dengan para kiai pengasuh pesantren maupun kiai-kiai kampung,” papar Gus Oqi dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.

Selain silaturahmi, lanjut Gus Oqi, biasanya Kiai Ma’ruf juga menyempatkan diri untuk mengajak beristigasah bersama warga, atau meminta ijazah kitab tertentu. Pasalnya, pengijazahan sebuah kitab, amalan wirid dan doa di kalangan pesantren NU merupakan salah satu tradisi penting.

Tradisi itu juga sekaligus menjadi penanda atau izin bagi penerima ijazah untuk membaca kitab atau amalan dan wirid tertentu. Sebab tak semua kitab atau wiridan bisa dibaca umum, tanpa ijazah dan sanad (genealogi intelektual) yang jelas.

“Kemarin di pesantren Babakan, Abah mengijazahkan kitab Shahih Bukhori. Sanad kitab Sahih Bukhori yang diijazahkan Kiai Ma’ruf, riwayatnya diperoleh dari Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, melalui Kiai Idris Jamali Cirebon dan secara runut riwayatnya menyambung hingga Syekh Abi Abdillah, bin Ismail Al-Bukhori, pengarang kitab Shahih Bukhori yang berjuluk Amiirul Mu’minin di Hadits Al Basyir,” paparnya lagi.

Menurut Gus Oqi, ayahnya memperoleh ijazah berbagai kitab klasik saat mondok di Pesantren Tebu Ireng yang didirikan oleh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari. “Selain itu, Abah juga memperoleh ijazah dari ayah dan kakeknya, yakni Kiai Amin Koper,” imbuhnya.

Diektahui, Usai dari Banjar, Ma’ruf dijadwalkan menghadiri tablig akbar di Banjarsari, Kabupaten Ciamis, pada Kamis (28/2). Namun,Sebelum ke Banjarsari, Kiai Ma’ruf akan menghadiri deklarasi Relawan Kiai Santri (Kisan) di Pangandaran.

“Kemudian Jumat (1/3) dilanjutkan dengan menghadiri pembacaan Manakib Kubro di Ponpes Diponegoro, Majenang, Jawa Tengah,” papar Direktur Master C 19, Doddy Nugroho.

Menurut Doddy, pembentukan relawan di Ciamis sebagai bagian dari agenda Master C19 dalam mengawal konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia Kiai Ma’ruf, yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat.