25 radar bogor

Protes Penampungan Anjing di Sukamakmur, Ini Penjelasan Yayasan Rumah Satwa Nusantara

Warga saat melakukan aksi penolakan penampungan anjing di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

SUKAMAKMUR-RADAR BOGOR, Dugaan adanya peternakan anjing di Kampung Cibitung RT 01/06, Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, ternyata adalah shelter anjing milik Yayasan Rumah Satwa Nusantara.

Hal itu dikatakan pemilik penampungan anjing tersebut, Doni Herdaru. Dia menegaskan bahwa tempat yang dituding sebagai peternakan anjing tersebut adalah shelter kucing dan anjing jalanan miliki Yayasan Rumah Satwa Nusantara.

Dalam postingan instagramnya, ia menjelaskan bahwa tanah tersebut milik Kepala Desa Wargajaya yang dibeli Yayasan Rumah Satwa Nusantara pada medio 2018 lalu.

Pihaknya dijanjikan kepala desa perihal seluruh perizinan akan diselesaikan sang kades. “Tanah tersebut miliki pak kades, yang hendak dijual. Dan yayasan siap membeli, karena kades menjamin semua izin akan dia beresin. Aman pokoknya. Pembelian tahun 2018 dan kami cicil bangun pelan-pelan,” tuturnya kepada Radar Bogor, Kamis (28/2/2019).

Dia menambahkan, sejak awal pembelian tanah tersebut, notaris sudah menginformasikan peruntukan lahan untuk shelter anjing dan kucing jalanan.

“Namun beberapa hari ini warga yang berada empat kilometer dibawah kami protes soal buangan kotoran dari tempat kami. Padahal, semua sudah masuk septic tank. Pada saat sidak Satpol PP, mereka melihat sendiri,” tuturnya.

Lanjutnya, pihaknya juga pernah diduga bahwa shelter tersebut sebagai peternakan. “Pernah dibilang peternakan, namun menjelaskan perkara shelter ke orang tua, susah. Kami minta bertemu dengan yang protes, pihak kades bilang gak usah,” tulisnya.

Ternyata ada yang melintir isu dan memaksa mereka memindahkan anjing-anjing hari ini juga (kemarin red). “Sementara anak-anak (anjing red) sebanyak 30 an sedang kami evakuasi dari lokasi dan akan menempati salah satu tempat kami. Semepit sempitan sementara,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga setempat melakukan aksi unjukrasa ke kantor Desa Wargajaya untuk mendesak pemerintah menutup lokasi yang diduga dijadikan peternakan dan pemotongan anjing tersebut.(all/c)