25 radar bogor

Bahaya, Sembilan Kampung Narkoba Ada di Depok

Ilustrasi Narkoba
Ilustrasi Narkoba

DEPOK–RADAR BOGOR, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok langsung bereaksi terkait pernyataan Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menyebutkan terdapat sembilan kampung narkoba ada di Depok. Di Jawa Barat sendiri ada 15 kampung narkoba, sembilan di antaranya ada di Depok. Pemkot Depok pun akan menelusuri data tersebut.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna menegaskan, pihaknya akan menelusuri data yang disebutkan tersebut. Di antaranya akan berkoordinasi dengan Polresta dan BNN Kota Depok.

“Pastinya kaget ada pernyataan seperti itu. Langkah preventifnya kami akan koordinasi dengan Polres dan BNN, untuk mengetahui sembilan kampung itu,” ungkap Pradi kepada Radar Depok (Radar Bogor Group), Rabu (27/02/2019).

Pradi mengaku, sebutan adanya sembilan kampung narkoba di Depok cukup mengganggu generasi penerus. Jika sudah mendapatkan data yang dimaksud, pemkot segera menentukan tindakan yang akan diambil guna memberangus peredaran narkoba.

“Kalau kami sudah dapatkan datanya, selanjutnya menyiapkan langkah yang akan diambil. Ini sangat mengganggu, kalaupun akurat pasti kami tidak akan diam,” tegasnya.

Seperti diketahui Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Heru Winarko menuturkan ada 15 kampung narkoba di Jawa Barat. Sementara yang paling banyak adalah di Kota Depok. Selain itu, juga terdapat di Kota Bandung, Kota Cirebon, hingga Sukabumi.

“Paling banyak di Kota Depok ada 9 kampung narkoba, kalau di Kota Bandung ada 1 yaitu Andir. Kita akan bicarakan dengan pak Gubernur bagaimana langkah selanjutnya,” ungkapnya usai peresmian kantor BNN Provinsi Jabar di Kawasan Jalan H. Hasan, Kota Bandung, Selasa (26/2).

Menurut dia, di sejumlah kampung narkoba tersebut, merupakan tempat berkumpulnya pengedar dan pengguna untuk melakukan transaksi. Sebagai contoh yakni Kampung Ambon yang berada di DKI Jakarta.

“Jadi di kampung itu, tempat transaksi disana. Maka kita upayakan untuk kembali menjadi kampung yang bersih,” katanya.

Diakuinya, banyaknya kampung narkoba di Jawa Barat dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang mencapai 50 juta jiwa. Pasalnya terdapat kurang lebih 800 ribu pengguna di provinsi yang terkenal dengan sebutan Tatar Sunda ini.

Heru menjelaskan, terdapat 3 jenis pengguna narkoba. Yakni coba pakai, reaksional dan pecandu. Maka pihaknya akan memaksimalkan fasilitas rehabilitasi, termasuk mengoptimalkan Babinsa dan Kepala Desa.

“Pengedarnya kebanyak ibu-ibu, jadi bagaimana mereka diberi pelatihan, sehingga bisa menghasilkan pekerjaan lain. Terutama mencegah dan memerangi peredaran narkoba,” tuturnya.(RD/rub/ps)