25 radar bogor

TKN Diminta Memaafkan Emak-emak yang Kampanye Sudutkan Jokowi

BOGOR – RADAR BOGOR, Tiga emak-emak diduga memberikan narasi ujaran kebencian di Karawang, Jawa Barat. Hal itu karena menyebarkan kebohongan yang ditujukan mendeskriditkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

Saat dikonfirmasi ‎pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno mengatakan bahwa kampanye ibu-ibu di Karawang itu tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk merusak citra pasangan calon nomor urut 01.

“Itu fitnah dan kampanye hitam yang keji menurut saya. Siapa pun yang melakukan kampanye hitam itu layak dikutuk ramai-ramai. Pasangan mana pun,” ujar Adi saat dihubungi, Rabu (27/2).

Jika benar emak-emak tersebut merupakan bagian dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Adi berpendapat, kubu kubu 02 seharusnya bertanggung jawab dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada publik.

“Harus punya kerendahan hati untuk mengakui, minta maaf. Karena itu kesalahan yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Kecuali ini memang disengaja, itu tidak bisa dimaafkan,” katanya.

Di pihak lain, Adi menyarankan Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk memaafkan perbuatan emak-emak ini untuk sedikit mendinginkan suasana. “Siapa tahu dengan budaya memaafkan ini, pemilu kita akan jadi enggak menyeramkan,” sambungnya.

“Saya kira TKN sebagai pihak yang terzalimi, harus memulai, bahwa sekalipun disakiti tetap harus memaafkan. Siapa tahu dengan kedewasaan berpolitik seperti itu justru simpatik itu akan semakin mengalir,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, tiga emak-emak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diamankan polisi karena dianggap menyudutkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Diketahui dalam video yang beredar, para pelaku tersebut berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye door to door. Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis. Selain itu, ada juga video ibu-ibu yang ditolak warga saat berkampanye mendukung Jokowi.‎