25 radar bogor

Simulasi Pileg 2019 DPRD Jabar, Mantan Petarung Pilkada Bersaing Ketat di Bogor

Simulasi Pileg 2019 DPRD Provinsi Jabar
Edisi hasil Simulasi Pileg 2019 DPRD Provinsi Jawa Barat yang digelar Radar Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Perebutan suara untuk pemilihan legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat sungguh ketat dan menguras energi. Ini bukan hanya seputar arena pertarungan yang luas dan padat. Para kontestan yang kini tengah beradu bukanlah sembarang caleg. Petinggi partai dan mantan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) Bogor bertemu dalam satu pertarungan.

Setidaknya ada lima petarung pilkada kota dan kabupaten Bogor yang kembali bertemu di Pileg 2019 Jawa Barat dapil kota dan kabupaten Bogor. Sebut saja mantan Wakil Wali Kota Bogor Achmad Ru’yat, mantan Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman, mantan calon wakil wali kota Bogor Sefwelly Ginanjar, mantan calon wakil Bupati Bogor Bayu Syahjohan dan mantan calon wakil wali kota Bogor Aim Halim Hermana.

Dalam hasil simulasi pencoblosan surat suara Pileg 2019 Jawa Barat yang dilakukan Radar Bogor pada Kamis (21/2) hingga Sabtu (23/2), masyarakat nampaknya masih kepincut dengan Ru’yat dan Karyawan Faturahman.

Bertarung di dapil yang sama, yakni Dapil VI Jabar (Kabupaten Bogor), Ru’yat mampu memperoleh suara kedua tertinggi. Tak kurang 2,61 persen warga Tegar Beriman mencoblos pentolan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut. Sementara Karfat-biasa-Karyawan Faturahman-disapa-menempel di tempat keempat. Caleg asal PDI-P itu memperoleh 2,00 persen suara.

Adapun tempat pertama diperoleh caleg pendatang baru asal PAN Nurita Aprillia Dewi dengan torehan 5,75 persen. Di tempat ketiga ada Ricky Kurniawan caleg asal Gerindra yang memperoleh 2,45 persen suara diikuti Asyanti Rozana Thalib dari PDI-P di tempat kelima dengan torehan1,96 persen. Sementara Bayu Syahjohan dari PDI-P harus puas di nomor buncit. Mantan calon wakil bupati itu hanya memperoleh 0,82 persen suara.

Beranjak di Dapil VII Jabar (Kota Bogor) perebutan suara juga berlangsung sengit. Ibnu Ariebowo Kusumo dari Gerindra memperoleh suara terbanyak dengan torehan 3,78 persen. Disusul Mantan Ketua DPD PDI-P Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya dan Untung W Maryono yang sama-sama mengoleksi 2,37 persen suara. Sedangkan Iwan Suryawan dari PKS menempel dengan torehan 1,93 persen diikuti Iyus Resmiati dari Gerindra 1,58 persen suara.

Berbeda dengan dapil VI Jabar (Kabupaten Bogor) yang dikuasai caleg dari petaruang Pilkada. Di dapil ini mantan calon wakil wali Kota Bogor Sefwelly Ginanjar dan Aim Halim Hermana harus puas dengan torehan suara di bawah satu persen. Dimana Sefwelly yang memilih maju dari PAN memperoleh 0,35 persen suara. Sedangkan Aim dari PPP 0,70 persen suara.

Perlu diketahui, simulasi penyoblosan surat suara Pileg 2019 Jawa Barat masih satu rangkaian dengan simulasi Pileg 2019 Kota dan Kabupaten Bogor. Kegiatan ini rutin dilakukan Radar Bogor jelang berlangsungnya sebuah pesta demokrasi. Dalam proses simulasi, tim bergerak ke titik-titik keramaian di Kota dan Kabupaten Bogor. Dimulai dari puskesmas, kantor kecamatan, kelurahan, desa

pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan. Dengan membawa tiruan kotak suara tim simulasi mempersilakan pemilih potensi untuk menggunakan hak suaranya secara sukarela. (gal/fik/d)