25 radar bogor

Kota Bogor Diselimuti Cuaca Ekstrem, Ini Himbauan Walikota

Walikota Bima Arya saat meninjau banjir di kawasan Rancamaya, Rabu (2/1/2019).

BOGOR-RADAR BOGOR,Terkait soal cuaca ekstrem yang sedang menyelimuti Kota Bogor, Wali Kota Bogor, Bima Arya memerintahkan seluruh aparatnya untuk segera melakukan identifikasi daerah rawan bencana di Kota Bogor.

“Disamping tindakan pencegahan atau hal lain yang mungkin terjadi, lakukan antisipasi terutama di titik-titik pelayanan publik,” ujar Bima.

Kota Bogor Dilanda Cuaca Ekstrem Hingga Maret, Warga Diminta Waspada

Secara khusus Bima meminta bagi OPD yang sedang menjalankan kegiatan pembangunan tahap akhir untuk memonitor dan mengawasi.

“Terutama kegiatan besar yang berpacu dengan waktu dan bisa terkendala masalah ketika ada bencana,” ujanrya.

Bima Arya meminta agar semua aparatur di wilayah untuk terus meningkatkan koordinasi dan membangun komunikasi sehingga sigap dan tanggap bencana dapat dilakukan segera mungkin.

“Sekali lagi saya tegaskan, cek kembali perlengkapan, peralatan dan sarana lainnya. Sharing infomasi dan cek titik koordinasi agar kita selalu siaga, waspada dan stand by jika ada ramalan maupun bencana,” kata Bima.

Bagi para Camat dan Lurah, Bima mempersilahkan untuk melakukan normalisasi sederhana bersama warga sebagai tindakan pencegahan bencana.

“Jika memerlukan alat-alat berat silakan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait,” lanjutnya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mochammad Yaffies mengatakan, hingga kemarin pihaknya terus menerima laporan terjadinya bencana.

Mulai dari tanah longsor, banjir, rumah roboh, dan pohon tumbang.

Waspada! Jalan Protokol di Kota Bogor Rawan Pohon Tumbang

Selama Februari, terdapat 40 kejadian bencana di Kota Bogor. Perinciannya, empat bencana kebakaran, 15 bencana tanah longsor, satu bencana banjir, delapan laporan pohon tumbang, sembilan rumah roboh, dan tiga bencana lainnya.

“Januari sampai Februari curah hujan memang tinggi, sehingga angin kencang, pohon tumbang, dan longsor mendominasi. Banjir ada juga tetapi hanya banjir lintasan,” kata Yaffies.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bogor sudah menetapkan siaga darurat kebencanaan sejak akhir November 2018.

Penetapan siaga darurat oleh Wali Kota Bogor, kata Yaffies baru berakhir Mei 2019 mendatang.

Dalam meminimalisir dampak bencana, Yaffies mengaku terus menggencarkan program mitigasi bencana seperti kelurahan tanggap bencana, sekolah tanggap bencana, dan menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai media.

“Kita sudah punya kelurahan tanggap bencana, jadi setiap ada peringatan dini dari BMKG kami sampaikan ke grup-grup kelurahan tersebut,” kata Yaffies.

Peringatan dini Mengenai sistem peringatan dini, Yaffies menyebutkan, saat ini 11 kelurahan di Kota Bogor sudah memiliki sistem peringatan dini bencana. Sistem peringatan dini tersebut disesuaikan dengan bencana yang paling rawan terjadi di kawasan tersebut.

“Mereka punya early warning system sendiri. Di Panaragan misalnya, mereka bikin sirine. Di Kedunghalang, Kampung Bebek juga ada alat yang dibuat untuk mengetahui ketinggian air,” ujarnya.

Menurut Yaffies, selain sistem peringatan dini, kelurahan tangguh bencana juga diajari untuk membentuk peta jalur evakuasi. Dengan demikian, saat ada bencana terjadi, masyarakat tidak lagi bingung mencari lokasi evakuasi.

“Kita ajari bagaimana buat jalur evakuasi, peta resiko. Peta mereka yang buat, kita yang fasilitasi,” jelas dia.(rp3/ysp)