25 radar bogor

Bertemu Pengusaha, Mendag Minta Ekspor Digenjot

BOGOR – RADAR BOGOR, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjadi pembicara pada acara Bincang Bisnis Optimisme Perdagangan dan Ekonomi 2019 di gedung Spazio, kemarin (26/2). Pada acara yang diikuti ratusan pengusaha lokal Surabaya itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk curhat pada orang nomor satu di Kementerian Perdagangan itu.

Enggartiasto menyampaikan gejolak perekonomian global mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Pada 2017, pertumbuhan ekspor sebesar 16 persen. Kemudian, pada 2018 ekspor hanya tumbuh 6,5 persen atau di bawah target sebesar 11 persen.

“Saya akui ada defisit perdagangan hingga USD 8,5 miliar. Tapi tidak perlu berkecil hati, karena defisit itu disebabkan peningkatan impor bahan baku dan barang modal, yang ada korelasi dengan pertumbuhan investasi dan pembangunan infrastruktur,” katanya di sela Bincang Bisnis Optimisme Perdagangan dan Ekonomi 2019 di Spazio, kemarin (26/2).

Tidak hanya mendorong pengusaha untuk menggenjot ekspor, Mendag juga menyarankan para pengusaha untuk mengisi pasar dalam negeri. Karena potensi pasar dalam negeri tidak kalah dengan ekspor. Khususnya untuk produk UKM, punya potensi besar untuk dipasarkan ke seluruh Indonesia melalui jaringan ritel modern.

“Tadi di pameran saya melihat produk makanan frozen yang tahan hingga enam bulan, segera mungkin produk-produk seperti itu bisa masuk ke minimarket maupun ritel modern lain. Karena UKM harus didorong untuk masuk ke pasar modern, tentu ini saling menguntungkan. Nah, begitu bisa penetrasi di domestik market, baru masuk ke ekspor,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menambahkan sebelum 2015 lalu, ritel terpuruk karena tingginya inflasi yang menyentuh sekitar 7-8 persen. Tapi kemudian akhir 2018 lalu, ritel lambat laun mencatat pertumbuhan meski belum signifikan.

”Terlihat dari indeks kepercayaan yang meningkat menjadi 122,4, dari sebelumnya 121,6. Indeks ini menunjukkan persepsi pada minat beli dan kualitas produk lebih meningkat dibandingkan masa sebelumnya,” paparnya.

Sementara itu, sejumlah pengusaha juga menyampaikan sejumlah keluhannya pada Mendag. Misalnya pengusaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur menyampaikan tentang kebijakan Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) bagi industri mebel. Selain itu juga, regulasi tentang Importir Produsen tanpa Lartas (larangan terbatas).