25 radar bogor

Soal Lahan Ratusan Ribu Hektare, TKN: Pak Prabowo Konsisten Dong

BOGOR – RADAR BOGOR, Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menunggu para pengusaha mengembalikan konsesi lahannya kepada negara. Hal ini juga bentuk sindiran ke para pengusaha termasuk juga ke Prabowo Subianto yang ribuan hektar tanah miliknya di Kalimantan Tengah dan Aceh Tengah bakal diberikan untuk rakyat.

Menanggapi hal itu, ‎Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir meminta calon presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan lahan miliknya ke pemerintah.

Menurut Inas, pengembalian lahan tersebut sebagai bukti Prabowo Subianto berkomitmen atas pernyataanya dalam debat capres kedua beberapa waktu lalu.

“Pak Prabowo harus mengembalikan. Kan omongannya pada debat capres seperti itu. Seorang capres didengar omongannya, ya konsisten dong,” ujar Inas saat dikonfirmasi, Selasa (‎26/2).

Ketua DPP Partai Hanura ini, mengaku yang dilakukan Jokowi bukan tidak hanya menyindir Prabowo Subianto. Melainkan ke para pengusaha yang ingin mengembalikan lahan konsesinya. ‎

“Sekarang kan yang penting niat. Yang sudah punya niat kan Pak Prabowo. Maka yang sudah punya niat, lakukan niatnya,” ujarnya.

Terpisah, pngamat politik Univeritas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, pernyataan Jokowi mengenai konsesi lahan dalam pidato kebangsaan tidak lepas dari debat capres kedua. Ia memprediksi saling bahas soal lahan akan berlangsung jelang pencoblosan.

Emrus menilai perdebatan soal lahan tersebut bisa memengaruhi elektabilitas, terutama dari swing voters dan undecided voters.

“Perdebatan ini bisa memengaruhi kepada elektoral. Bisa menurunkan elektabilitas satu kandidat dan konsekuensinya meningkatkan elektabilitas kandidat lain. Turun naiknya elektoral tersebut bersumber dari dua kelompok masyarakat, yaitu kelompok swing voters dan undecided voters,” ujar Emrus.

Emrus menjelaskan swing voters merupakan pemilih yang hampir menentukan pilihan politiknya. Namun, pilihan itu dapat berpindah karena dipengaruhi oleh dinamika politik yang terjadi, seperti dari debat maupun wacana yang muncul di ruang publik.

Sementara undecided voters, ia menjelaskan merupakan pemilih yang belum menentukan pilihan karena masih menunggu gagasan dan program rasional, dan berpihak yang ditawarkan oleh Jokowi atau Prabowo.

Terkait dengan pidato Jokowi yang mengulang soal pengembalian lahan konsesi lahan, Emrus menilai hal itu ditujukan untuk meyakinkan swing voters. Dan dalam debat itu, ia melihat Jokowi berhasil meyakinkan.

“Kandidat yang memenangkan debat dan wacana publik akan mampu menarik swing voters yang berada pada posisi kompetitornya. Sementara swing voter yang dimilikinya semakin menyakinkan dan mengukuhkan pilihanya kepadaya,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia berkata pernyataan Jokowi soal lahan juga mampu mencairkan pilihan politik para pemilih yang belum menentukan pilihan. Ia berkata hal itu terjadi lantaran narasi yang dibangun Jokowi ketika mengungkit pengembalian lahan konsesi sangat jelas dan terukur.

“Karena itu saya berhipotesa pesan komunikasi tersebut memiliki kemampuan mempersuasif kelompok undecided voters mengarahkan pilihannya kepada Jokowi,” pungkasnya.

Sekadar informasi, dalam acara pidato kebangsaan di Sentul International Convention Center (SICC), Jokowi sebagai calon presiden nomor urut 01 menegaskan, menunggu apabila ada pengusaha besar yang mengembalikan konsesi lahannya kepada negara.

Awalnya, ia menyinggung program perhutanan sosial yang telah dikerjakan oleh pemerintahannya selama 4,5 tahun terakhir.

“Kita bagikan konsesi lahan untuk rakyat yang hidup di sekitar hutan. Sudah kita bagikan 2,6 juta hektar konsesi dari 12,7 juta hektar yang memang telah dipersiapkan,” ujar Jokowi.

“Sekali lagi, ini konsesi lahan untuk rakyat kecil.Konsesi lahan untuk rakyat kecil,” lanjut dia.

Oleh sebab itu, apabila ada pengusaha besar di Indonesia yang menyampaikan akan mengembalikan konsesi lahannya ke negara, Jokowi mengatakan, menunggu hal itu diwujudkan.

“Jika ada penerima konsesi besar yang mau mengembalikan konsesi kepada negara, saya tunggu, saya tunggu sekarang,” ujar Jokowi‎.