25 radar bogor

Tjhai Chui Mie, Wali Kota Perempuan Tionghoa Pertama di Indonesia

Tjhai Chui Mie terpilih sebagai Walikota Singkawang pada Pilkada 2017

SINGKAWANG–RADAR BOGOR, Sejak Orde Baru tumbang, satu per satu masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia mulai terjun ke dunia politik. Satu di antaranya yang paling fenomenal adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok yang kini berganti nama menjadi BTP terpilih menjadi Bupati Belitung Timur ke-1 masa jabatan 3 Agustus 2005 – 22 Desember 2006. Selanjutnya BTP menjadi anggota DPR RI masa jabatan 1 Oktober 2009 – 7 Mei 2012.

BTP makin moncer setelah terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, penamping Joko Widodo pada tahun 2012. BTP kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2014. Ia menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden RI pada Pilpres 2014.

Selain Ahok, ada wanita Tionghoa yang juga sukses mencetak sejarah di Indonesia. Dia adalah Tjhai Chui Mie, wanita Tionghoa pertama yang menjadi kepala daerah di tanah air.

Tjhai Chui Mie terpilih sebagai Walikota Singkawang pada Pilkada 2017. Tjhai Chui Mie dilantik pada Minggu, 17 Desember 2017 lalu.

Dilansir dari pojoksatu (Radar Bogor Grup) sebelum menjabat Walikota Singkawang, wanita kelahiran 27 Februari 1972 itu pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Singkawang selama dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019. Pada periode pertama, Tjhai Chui Mie menjabat sebagai Ketua DPRD Singkawang.

Pada 2016, Tjhai Chui Mie mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Kota Singkawang karena mencalonkan diri sebagai calon Walikota Singkawang pada Pilkada tahun 2017.

Tjhai Chui Mie yang berpasangan dengan Irwan memenangkan Pilkada Singkawang pada tahun 2017. Pasangan walikota dan wakil walikota ini dilantik oleh Gubernur Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis pada 17 Desember 2017.

Meski menelurkan sejarah sebagai wanita Tionghoa pertama jadi walikota di Indonesia, Tjhai Chui Mie jarang disorot media. Dia tidak seperti Ahok yang selalui menjadi objek berita, mulai dari sepak terjangnya memimpin Jakarta hingga urusan pribadi. Semua dikupas tuntas.

Tjhai Chui Mie sempat jadi perbincangan warganet ketika dia mengamuk dan memarahi kontraktor di depan warga, Kamis (20/12/2018) lalu.

Ia marah besar setelah melihat langsung kualitas pengerjaan proyek drainase di Jalan Sama-Sama, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

Saat itu, Tjhai Chui Mie meninjau lokasi pengerjaan konstruksi drainase tersebut. Tjhai Chui Mie yang mengenakan kemeja batik dengan setelan celana panjang cokelat tua tampak memarahi kontraktor.

Warga sekitar juga melihat langsung kemarahan Tjhai Chui Mie kepada kontraktor yang mengerjakan proyek drainase. Ia kecewa melihat kualitas proyek yang dikerjakan asal-asalan.

Kontraktor yang mengenakan topi hitam dan jaket abu-abu itu hanya bisa terdiam saat dimarahi. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia hanya menunduk dan mengangguk di depan Wali Kota Tjhai Chui Mie.

“Anggap itu rumah bapak, saya begituin, Bapak mau gak? Saya tanya balik saja,” kata Tjhai Chui Mie dalam video yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Tjhai Chui Mie menantang akan membongkar rumah sang kontraktor jika memang dia mau diperlakukan demikian. “Kalau bapak boleh seperti itu, saya coba bongkar rumah bapak seperti itu,” bentak Tjhai Chui Mie dengan wajah marah.

Tjhai Chui Mie memerintahkan kontraktor tersebut untuk membongkar kembali draenase dan memperbaiki kualitasnya. Ia meminta sang kontraktor untuk bekerja dengan hati.

“Kita kerja itu coba pakai hati. Ibarat kita punya, boleh gak (asal-asalan). Kalau boleh, ayo saya bongkar rumah Bapak begitu,” teriak Tjhai Chui Mie sambil menunjuk ke draenase yang dianggapnya buruk.

Tjhai Chui Mie lantas meminta anak buahnya untuk lebih teliti dan memeriksa semua pengerjaan proyek di dalam kota. “Saya minta nanti dinas untuk yang kerja dalam kota itu sebelum kerja harus tinjau,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia juga menegaskan agar dinas tidak perlu ragu untuk menghentikan proyek-proyek yang tidak efesien dan tidak benar pengerjannya. “Kayak gini harus distop dulu,” katanya.

Ia pun memerintahkan kontraktor pengerjaan drainase untuk membongkarnya kembali. “Bapak saya minta, besok sudah mulai bongkar. Terutama depan-depan rumah orang,” tandas Tjhai Chui Mie.(pin/ps)