25 radar bogor

Tinjau Bangunan Tua di Pasar Bogor, Bima Arya Akan Lakukan Sentuhan Ini

Walikota Bima Arya Tinjau Bangunan Tua Pasar Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau kawasan Pasar Bogor bersama jajaran direksi PD Pasar Pakuan Jaya serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Kamis (7/2/2019).

BOGOR-RADAR BOGOR, Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau kawasan Pasar Bogor bersama jajaran direksi PD Pasar Pakuan Jaya yang baru saja dilantik serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Kamis (7/2/2019).

Bima Arya tampak fokus di salah satu sudut kawasan pasar yang kental dengan nilai sejarahnya. Memasuki Jalan Roda dari Jalan Raya Otista, tampak sejumlah toko masih mempertahankan ciri khas bangunan antik bernuansa Eropa-Tionghoa.

Bima Arya juga terlihat berbincang dengan sejumlah pemilik toko di sepanjang jalur tersebut. Rata-rata para pemilik toko ingin adanya dilakukan penataan dan siap mengikuti arahan pemerintah. Bima juga menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dengan bangunan-bangunan tua yang sangat artistik.

“Ada keinginan kami untuk bangunan-bangunan tua tersebut dipercantik kembali sesuai dengan aslinya. Kemudian difungsikan untuk kuliner mungkin dan lain sebagainya. Sidak ini dalam rangka rencana pembenahan kawasan Suryakencana secara menyeluruh, kami mengkoordinasikan semua dinas terkait di sini dengan Direksi PD Pasar yang baru,” ungkap Bima.

Tidak sekedar memiliki jajaran toko dengan bangunan unik, tidak jauh dari situ juga Bima bertemu dengan cucu pemilik lahan eks Hotel Pasar Baroe yang merupakan hotel tertua di kota hujan. Hotel itu mulai berkembang sejak beroperasinya kereta api dari Batavia ke Buitenzorg pada tahun 1873 hingga peralihan abad 20.

Hotel tersebut pada masa itu menjadi primadona bagi para pelancong selain Hotel Salak dan Hotel Belavue. Tetapi hotel itu mayoritas menjadi tempat pelesiran bagi warga Timur Asing seperti Tionghoa, Arab dan pribumi, karena Hotel Salak dan Hotel Belavue ketika itu tergolong sangat mewah sehingga hanya dapat dinikmati oleh warga Belanda dan Eropa lainnya.

“Saya akan mengundang para pemilik toko dan pemilik aset di wilayah Pasar Bogor untuk diajak berbicara dan meminta data-data dari mereka. Lalu kami akan mulai mematangkan perencanaannya serta desain seperti apa nanti penganggarannya dari mana saja, kemudian yang bisa dikerjakan tahun ini apa saja. Tadi kita mulai dari titik Jalan Roda, nantinya pembenahan akan menyeluruh ke Lawang Seketeng dan semuanya,” jelas Bima.

Selain dipercantik, kawasan tersebut juga akan ditambah fasilitasnya, seperti Park and Ride untuk mengakomodir kebutuhan parkir di sepanjang Jalan Suryakencana. “Ditargetkan dalam tiga tahun ke depan rampung kawasan ini ditata dan dibenahi. Semua kedinasan harus sinkron, jadi semuanya mengacu kepada konsep perencanaan yang matang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengungkapkan bahwa pihaknya siap menjalankan instruksi Wali Kota Bogor. “Tadi baru meninjau lokasi. Ada arahan dari Pak Wali untuk dicarikan tempat relokasi bagi pedagang buah dan ayam yang berada di luar pasar. Nanti tempat itu akan ditata ulang untuk dirapikan. Potensinya sangat bagus untuk wisata kuliner karena menawarkan arsitektur yang unik,” jelas Muzakkir.

PD Pasar, kata dia, akan terus menjalin komunikasi intens dengan para pemilik toko dan pedagang di sekitar. “Semua aspek akan dikaji ulang. Semoga tahun ini bisa berjalan. Kalau secara keseluruhan pasarnya kan masih dua tahun lagi,” tandasnya. (adt/arvan/dhimas/anissa/pri)