25 radar bogor

Tak Sebanding dengan Biaya Perawatan, Sewa Stadion Pakansari Bakal Dinaikan

Stadion Pakansari Cibinong
Perawatan Rumput Stadion Pakansari.

CIBINONG-RADAR BOGOR, Pemkab Bogor berencana menaikan biaya sewa Stadion Pakansari Cibinong. Kini, Pemkab Bogor tengah menggodok revisi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 22 Tahun 2017 tentang besaran retribusi sewa stadion kebanggaan masyarakat Bogor tersebut.

Perubahan biaya sewa ini seiring dengan bertambahnya fasilitas yang ada di stadion. “Nantinya harga retribusi akan berubah,” ujar Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Rudy Achdiyat.

Dia menjelaskan, perubahan itu berkaitan dengan adanya pengelolaan stadion dan biaya perawatan Stadion Pakansari, Gor Laga Tangkas, dan Laga Satria yang ada di lingkungan Pemkab Bogor.

Untuk menyelenggarakan pertandingan sepakbola internasional, harga yang dipatok mencapai Rp119 juta, sementara pertandingan skala nasional dikenakan tarif Rp77 juta, dan regional Rp29 juta. “Seperti pertandingan klub Persikabo itu Rp29 juta,” kata Rudy.

Dibanding Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi, yang harga sewanya sekitar Rp50 juta, Stadion Pakansari sudah lebih tinggi. Namun, tribun penonton Stadion Patriot belum semua tertutup.

Menaikkan tarif sewa, terangnya, akan mengurangi beban biaya Pemkab Bogor dalam merawat stadion ini. Dalam sebulan, tak kurang Rp500 juta harus disiapkan agar kondisi Stadion Pakansari baik lapangan dan fasilitas lainnya tetap prima.

“Mulai dari lapangan bola, lintasan atletik, ruangan, lahan parkir, gedung laga tangkas, laga satria akan dikenakan retribusi,” ujarnya. Di Perpub yang baru ini akan memuat semua fasilitas yang ada di stadion.

Sambung dia, untuk pengelolaan Gor Laga Tangkas, dan Laga Satria besaran penyewaannya masih dalam proses. Ia berharap, akhir bulan Februari ini sudah ditandatangani Bupati Bogor, Ade Yasin. “Kita berharap secepatnya rampung,” ujar dia.

Dalam proses revisi Perbup ini, kata dia, sudah ada beberapa pihak yang mengajukan untuk menggunakannya. Diantaranya even IBL, Liga Futsal Nasional, dan kick boxing. “Dispora memang ditarget untuk pemasukan PAD,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi menyarankan Pemkab menyerahkan pengelolaan Stadion Pakansari kepada pihak ketiga. Terlebih, Pakansari tidak lagi hanya menjadi alternatif bagi SUGBK, melainkan juga menjadi salah satu venue utama event besar di Indonesia.

“Wajar jika tarif direvisi. Lebih baik lagi dipihak ketigakan. Kalau pakai pihak ketiga, perawatan bisa lebih spesifik karena jadi komersil. Tentang teknis bagi hasilnya nanti bisa dibicarakan,” kata Wawan.

Dia pun meminta Pemkab menentukan regulasi tarif tiket penonton. Pasalnya, pemasukan terbsar berasal dari sewa stadion dan tiket penonton.

“Jika satu penonton harus membayar Rp50 ribu untuk tiket paling murah dan dijual 20 ribu lembar saja sudah besar pendapatannya. Belum untuk kelas VIP,” tukasnya.(cr3/ded/c)