25 radar bogor

Maruarar Sirait : Muslimat NU Mengajarkan dan Menebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin

Anggota DPR RI Maruarar Sirait bersama Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan juga Ketua Panitia Pelaksana Yenny Wahid saat diwawancarai awak media.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Peringatan hari lahir Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-73 sekaligus Maulid Nabi SAW di Stadion Utama Bung karno, Senayan, Jakarta (Minggu, 27/1/2019), dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Salah satunya adalah anggota DPR RI, Maruarar Sirait, yang sudah tiba sejak pagi-pagi sekali.

Maruarar mengungkapkan, dirinya datang ke acara tersebut karena memenuhi undangan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan juga Ketua Panitia Pelaksana Yenny Wahid.

Bagi Maruarar, ke dua sosok perempuan ini sangat ia hormati.

Bukan saja karena memimpin organisasi besar tapi karena juga upaya serius mereka berdua dalam merajut kebersamaan dan persatuan.

“Bu Khofifah dan Bu Yenny merupakan dua sosok perempuan yang kuat, teguh pendirian dalam membela Pancasila serta berintegritas,” kata Maruarar.

Menurut Maruarar, Muslimat NU merupakan bagian dari kekuatan civil-society yang ikut merawat Indonesia melalui empat prinsip yang menjadi tema Harlah ini.

Yaitu sikap tasamuh (toleransi), tawashut (moderat), tawazun (tengah-tengah dan seimbang) serta itidal (adil).

Dengan sikap ini, Muslimat NU mengajarkan dan menebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

“Muslimat NU mengajak dan mengajarkan Islam yang damai dan penuh kesejukan,” ungkap Maruarar, yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP) ini.

Maruarar juga mengapresiasi deklarasi ant-hoax, anti fitnah dan anti gibah yang dilakukan Muslimat NU dalam acara ini.

Maruarar yakin hal ini akan berdampak sangat positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara sebab jaringan Muslimat NU sangat luas dan merata di Indonesia.

“Kita jangan mau diadu domba. dan hukum harus ditegakkan pada pelaku hoax, siapapun dia,” tegas Maruarar, yang juga dikenal dekat dengan KH Abdurrahman Wahid dan Shinta Nuriyah.

Sementara itu, Khofifah mengatakan bahwa keragaman Indonesia merupakan anugerah Allah SWT yang harus terus menerus dijaga sebagai wujud sukur kepada Tuhan.

Karena itu, sikap tasumuh atau saling menghargai stau sama lain menjadi keniscayaan bagi semua warga negara Indonesia.

“Meski kita beragam, kita harus terus tetap bersatu. Kita harus lawan pihak-pihak yang mau mengadu doma dengan hoax dan fitnah,” tegas Khofifah.

Sedangkan Yenny Wahid mengatakan bahwa Muslimat NU memiliki tanggungjawab yang besar.

Di antara peran Muslimat NU adalah menguatkan bangsa dan bahkan dunia dalam susana penuh kedamaian. Maka konsep tasamuh, tawashut, tawazun dan itidal harus terus menerus dikobarkan.

Senada juga disampaikan Presiden Joko Widodo. Jokowi yang datang memenuhi undangan ini mengatakan dalam sambutannya bahwa perbedaan itu merupakan sunnatullah. Karena itu, semua pihak harus menjaga ukhuwah wathaniyah atau persuadaran sesama anak bangsa.

Di depan ratusan ribu peserta Harlah dari berbagai penjuru tanah air, bukan hanya dari Pulau Jawa melainkan juga dai utara Sumtera dan Papua, Jokowi mengapresiasi semangat Islam moderat yang digaungkan oleh Muslimat NU.

Terlebih Muslimat NU disebut memiliki kader yang jumlahnya besar sekali, sehingga bisa menularkan semangat Islam yang penuh dengan toleransi dan saling menghormati.

“Dan kita ingin Islam moderat, moderasi Islam, terus digaungkan. Tadi sudah disampaikan oleh ibu Ketua Umum Ibu Khofifah Indar Parawansa bahwa Islam yang Aswaja yang penuh toleransi,” ujarnya. (*/ysp)