25 radar bogor

Pemkab Bogor Siapkan Skenario Pelarangan Kendaraan Jakarta Masuk Puncak

KEMACETAN: Antrean panjang kendaraan terjadi di simpang Gadong atau pintu keluar Tol Jagorawi. Kemacetan di jalur ini dipastikan akan terjadi setia kali libur panjang atau akhir pekan.

BOGOR-RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama instansi terkait, terus berusaha mencarikan solusi mengatasi kemacetan panjang yang sering terjadi di Jalan Raya Puncak.

Teranyar, Pemkab Bogor berencana mengeluarkan kebijakan baru, yakni menerapkan ganjil genap atau melarang kendaraan plat Jakarta masuk kawasan wisata tersebut. Dua skenario ini pun sedang dibahas Pemkab Bogor bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika mengatakan, rencana ini merupakan salah satu ikhtiar penataan jalur Puncak.

“Ini merupakan sinergi perencanaan antara pemerintah daerah dengan (pusat BPTJ),” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (24/1).

Pemberlakukan dua skenario tersebut berkaca dari data traffic counting kendaraan yang masuk ke kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

Data itu menyebutkan jumlah kendaraan yang melintas di jalur puncak pada hari Minggu (7/10/2018) pada pukul 10.00 WIB – 17.00 WIB, mencapai 8.565 kendaraan.

Angka itu berdasarkan jumlah kendaraan dari dua arah berlawanan. Dari arah Cianjur-Puncak: 3.620 kendaraan (35,83 persen) dan arah Jakarta-Puncak : 4.945 kendaraan (47,87 persen). Kedua arah ini didominasi kendaraan dari Jakarta.

Nah, jika pembatasan kendaraan dari Jakarta dilakukan, maka volume kendaraan yang masuk ke kawasan puncak dapat ditekan hingga 10,5 persen.

Itu jika menggunakan skenario satu atau ganjil genap untuk kendaraan plat B. Sedangkan jika memberlakukan skenario dua atau pelarangan untuk kendaraan plat B, volume kendaraan yang bisa ditekan lebih banyak lagi, yakni 41,5 persen.

Lantas bagaiamana dengan warga Jakarta yang hendak ke Puncak? Ajat menyebut jika wacana ini diterapkan maka pemkab wajib menyediakan kantong parkir dan mobil pengganti.

Nantinya kendaraan Jakarta yang hendak ke Puncak akan transit di kawasan khusus parkir yang sudah disediakan. Disini mereka akan berganti kendaraan dengan mobil pengganti (bus).

Bus inilah yang akan mengantarkan mereka untuk berwisata di Puncak. “Makanya wacana ini ada konsekuensinya. Kita harus menyiapkan mobil pengganti dan juga kantong parkir yang sangat banyak,” bebernya.(fik/d)