25 radar bogor

Bejat! Sopir Angkot asal Sukabumi Cabuli Anak Penyandang Disabilitas

Pelaku pencabulan anak saat diamankan petugas Polresta Sukabumi.

SUKABUMI–RADAR BOGOR, Polres Sukabumi Kota berhasil membekuk M (27), pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur yang merupakan penyandang disabilitas.

Pria yang berkerja sebagai sopir angkutan umum (angkot) tersebut ditangkap di kediamannya Kampung Koleberes, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi.

Pelaku berambut plontos tersebut, melakukan aksi kejinya pada 28 November 2018 di Kampung Kali Pasir, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat.

Awalnya, korban yang berinisial RV (17) dibujuk pelaku untuk naik angkutan umum miliknya dan dibawa ke rumah temannya.

Saat temannya menarik angkot, pelaku dengan berbagai cara membujuk korban hingga terjadilah aksi susila tersebut.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, pelaku ditangkap di kediamannya pada Rabu (23/1), setelah keluarga korban melaporkan aksi tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami berhasil mengamankan M alias Botak pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur yang merupakan penyandang disabilitas, pelaku ditangkap di kediamannya,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (24/1).

Sebelum aksi itu dijalankan pelaku, lanjut Susatyo, korban sebelumnya diajak naik angkutan umum dan dibawa ke sebuah rumah di Kampung Kali Pasir, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat.

“Saat temannya menarik angkutan umum, pelaku dengan berbagai upaya membujuk korban hingga terjadilah pencabulan, keterangan pelaku dirinya membujuk dengan menjanjikan akan mengantar pulang korban,” tuturnya.

Usia mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku, korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya. Selanjutnya, orang tua korban melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Awalnya memang, laporan yang kami terima itu tindakan penganiyayaan. Tapi, setelah kami dalami tenyata pelaku juga melakukan tindakan asusila,” terangnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa satu kaos lengan panjang putih, satu potong celana levis dan satu celana dalam ping.

“kita jerat pelaku dengan pasal 7D Jo Pasal 81UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkasnya.(radar sukabumi/upi)