25 radar bogor

Antisipasi Aksi Tawuran, Siswa Wajib Ngaji Setengah Jam Sebelum Belajar

Sejumlah pelajar diamankan di Mapolres Bogor. Mereka diamankan setelah terlibat tawuran dan terjaring polisi.

LEUWISADENG-RADAR BOGOR, Maraknya aksi tawuran pelajar di Kabupaten Bogor, akhir-akhir ini telah mengundang keprihatinan banyak kalangan. Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat pun diminta meningkatkan pembinaan terhadap sekolah yang siswanya sering terlibat tawuran.

Seperti aksi tawuran yang melibatkan dua SMK swasta di Kecamatan Leuwiliang, beberapa hari lalu. Akibat aksi tersebut, salah seorang siswa meninggal dunia akibat terkena bacokan.

Tawuran Pelajar di Ciomas, Satu Siswa Terluka Parah. Berikut Kronologisnya

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) wilayah I Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono menegaskan, pihaknya bakal mengadakan pembinaan bagi SMA dan SMK sederajat.

“Pembelajaran kelas ditingkatkan. Begitu juga dengan satgas. Kami ingin mengajak orang tua siswa mengecek keberadaan anaknya. Dari wali kelas juga ketika berada di luar jam sekolah,” jelasnya kepada Radar Bogor, Kamis (24/1).

Untuk mengurangi aksi tawuran, pihaknya akan memberlakukan pengajian selama setengah jam. Hal itu diberlakukan setiap Jumat sebelum jam pelajaran dimulai.

Ketika ditanyai kinerja satgas pelajar di Kabupaten Bogor wilayah barat, Asep bakal melakukan evaluasi. Salah satunya membekali handy talky (HT). Agar bisa langsung berkomunikasi dengan kepolisian.

“Tentunya peningkatan satgas sangat perlu dilakukan.Kami sudah menemui sekolah agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali,” tuturnya.

Siswa yang Tawuran di Ciomas Terima Tujuh Jahitan, Warganet Ramai-Ramai Komentar

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Leuwiliang AKP Asep Jamiat mengungkapkan, pihaknya belum bisa menetapkan tersangka dan masih dilakukan penyelidikan.

“Belum mengarah ke tersangka, masih pemeriksaan sejumlah saksi. Penyelidikan tidak ada estimasi waktu. Selama belum tertangkap, akan terus kami cari,” ucapnya.(nal/c)