25 radar bogor

Satpol PP Usir Keluarga Imigran Palestina di Pakansari

istri baba omar gendong bayi ngobrol bersama relawan di pakansari
Istri Baba Omar saat didampingi relawan

CIBINONG-RADAR BOGOR,Sempat viral di media sosial mengenai nasib miris keluarga Omar Al-Qadih (42), kini imigran asal Palestina itu diusir oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari tempatnya berjualan di sekitaran Stadion Pakansari, Cibinong.

Rabu (23/1/2019), Satpol PP Kabupaten Bogor bersama Kantor Imigrasi Bogor, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), International Networking for Humanitarian (INH), dan LSM Masyarakat Pejuang Bogor (MPB) mendatangi kontrakan Omar di Perumahan Green Patio Cibinong.

Dengan alasan menganggu kenyamanan warga sekitar, Omar bersama istrinya, Amal Abdurrahman (35), dan lima anaknya dievakuasi ke hunian lain di Perumahan D’Lisdin Cibinong 2. Bukan hanya itu, Satpol PP juga mengusir Omar dari lapak dagangannya di sekitaran Stadion Pakansari.

“Pakansari itu steril PKL, jadi tidak boleh yang namanya untuk berjualan. Persoalannya, warga Palestina ini masih berjualan di sana,” ungkap Kepala Bidang Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten BogorAgus Ridhallah.

Menurutnya, tindakan yang diambil Satpol PP dan stakholder merupakan langkah bijak menanggapi batasan-batasan yang boleh dilakukan Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Bogor.

“Kita memberikan solusi terbaik untuk warga negara asing yang posisinya dia imigran di sini. Kita sampaikan, agar ada kejelasan dari INH, Imigrasi dan NGO terkait aturan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua INH, Lukman Nulhakim menjelaskan bahwa keluarga Omar masuk dalam imigran yang dibantu oleh INH. Sejak bulan Agustus 2018, pihaknya memberikan tempat tinggal berupa kontrakan di Green Patio Cibinong.

Karena masyarakat merasa terganggu, kontrakan yang semestinya berjalan satu tahun disetop dan dipindah ke Perumahan D’Lisdin Cibinong.

Lukman mengatakan, dalam setahun INH menganggarkan dana sebesar Rp27 juta khusus tempat tinggal Omar bersama keluarganya.

“Di Green Patio harusnya 12 bulan. Tapi karena ada sikap yang dilakukan oleh Baba Omar, akhirnya warga minta untuk pindah. Insyaallah kalau tempat tinggal sudah ditangani,” bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua MPB, Atik Yulius mengatakan bahwa warga berinisiatif urun rembuk untuk membantu keluarga Omar. Sehingga, menurutnya bantuan yang dikucurkan pada keluarga Omar datangnya bukan dari Pemerintah.

“Intinya bukan Pemda yang mencarikan tempat tinggal atau usaha. Tapi kita-kita inisiatif untuk membantu mereka,” kata Atik.(fik/c)