25 radar bogor

Masih Dirawat, Enam Warga Jonggol Positif DBD

Petugas Puskesmas Jonggol, saat memeriksa sarang nyamuk untuk mengantisipasi penyebaran DBD.

JONGGOL-RADAR BOGOR, Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor. Pasalnya, sudah beberapa warga dinyatakan positif terjangkit DBD.

Seperti di Kecamatan Jonggol, sebanyak enam warga positif terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Mengantisipasi penyebarang penyakit menular tersebut, Puskemas Jonggol langsung terjun melakukan melakukan penanganan untuk mencegah adanya korban tambahan yang disebabkan nyamuk aedes aegypti.

“Pasien yang terdaftar dan lengkap dengan hasil laboratorium ada enam orang. Kami sudah laporkan ke dinas,” ujar Kepala Puskemas Jonggol, dr Suparno kepada Radar Bogor, kemarin.

Lanjut Suparno mengatakan, saat ini seluruh pasien dirawat di tiga rumah sakit berbeda yakni di RSUD Cileungsi, RS Permata, dan RS Harapan Mulya. Dalam penanganan DBD, Puskesmas Jonggol melakukan penanganan dan pencegahan dengan cepat.

Jika dibandingkan dengan korban yang positif DBD tahun lalu, kata dia, jumlah penderita di tahun 2019 relatif menurun. “Relatif menurun jumlahnya, dari 12 orang yang positif (DBD, red) tahun 2017, ditahun 2018 dua orang dan saat ini cuma enam yang positif,” ujarnya.

Promosi, jelas Suparno, dilakukan kepada warga Jonggol. Contohnya, penyuluhan pada semua pasien yang berobat di Puskesmas Jonggol. Sedangkan, sosialisasi lainya dilakukan di posyandu, kelas ibu, pertemuan kader dan pertemuan warga.

“Setiap ada kasus DBD petugas kami kelapangan melakukan pemeriksaan jentik, penyuluhan dan pemberian abate,” terangnya.

Menurutnya, Pusekemas bergerak cepat untuk membasmi nyamuk dewasa dengan cara fogging di Kampung Menan, Desa Sukamaju. “Warga juga diingatkan 3 M, menguras, menutup dan mengubur barang atau tempat nyamuk bertelur.(don/c)