25 radar bogor

32 Korban Longsor Sukabumi Meninggal Dunia, Satu Masih Hilang

Tim gabungan masih terus mencari korban longsor di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

JAKARTA – RADAR BOGOR, Upaya petugas gabungan mencari korban longsor di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi masih berlangsung sampai, Minggu (6/1/2019) sore.

Aparat TNI, Polri, Basarnas terus berusaha mencari korban yang masih tertimbun longsor.

Berdasar data terakhir yang diperoleh, sudah ada 32 korban meninggal yang berhasil dievakuasi. Satu korban lainnya masih dicari.

Kepala Penerangan Korem 061/Suryakacana Mayor Infanteri Ratno Sudarmadi menyampaikan bahwa korban terakhir berhasil mereka temukan sekitar pukul 10.00 WIB kemarin.

”Yang terakhir ditemukan korban ke-32 atas nama Aryanah umur 55 tahun dengan jenis kelamin perempuan,” terang Ratno.

Sedangkan satu korban lain yang belum ditemukan bernama Rukesih yang merupakan putri almarhum Aryanah.

Berdasar informasi awal yang diterima petugas gabungan di lokasi kejadian, Rukesih tertimbun longsor di sekitar batu besar yang ikut terseret dari atas bukit.

Selain tanah, musibah yang melanda Kampung Garehong memang turut menyeret bebatuan besar meluncur dari atas bukit. Bahkan ada batu seukuran mobil yang ikut terseret. Untuk itu, pencarian dilaksanakan ekstra hati-hati.

Ratno menjelaskan, kemarin pencarian menggunakan excavator juga masih terus dilakukan. ”Mengingat tingginya timbunan longsor dan batu-batu besar,” ucap dia.

Langkah itu dilakukan dengan pengawasan petugas yang menggunakan peralatan konvensional. ”Anggota mengawasi apabila melihat korban. Tindakan selanjutnya manual dengan sekop dan cangkul apabila ditemukan korban,” tambah dia.

Sejak longsor melanda Kampung Garehong pada Senin (31/12) lalu, pencarian dilaksanakan setiap hari. Dari data yang dihimpun petugas, dua korban meninggal ditemukan tidak lama setelah longsor terjadi.

Kemudian pada Selasa (1/1) ditemukan delapan korban meninggal, Rabu (2/1) tiga korban meninggal, Kamis (3/1) lima korban meninggal, Jumat (4/1) empat korban meninggal, Sabtu (5/1) sembilan orang korban meninggal.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, upaya mitigasi longsor masih memerlukan banyak perhatian. Pasalnya, mayoritas provinsi di Indonesia memiliki potensi longsor di masing-masing.

Di Sukabumi sendiri misalnya, longsor di Kecamatan Cisolok bisa saja bukan yang terakhir. Mengingat kondisi topografi perbukitan dengan batuan penyusun yang porus, gembur, dan lepas. Sehingga mudah longsor.

Menurut Sutopo, upaya mitigasi tersebut harus cepat dilakukan mengingat puncak musim hujan akan melanda Indonesia. ”Puncak musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia adalah Januari hingga Februari,” ujarnya, kemarin.

Dia menyebut, dibutuhkan beberapa jenis mitigasi. Pertama mitigasi structural. Seperti penguatan tebing, pemasangan sistem peringatan dini longsor, dan penghijauan.

Namun, upaya tersebut biasa dilaksanakan dalam kurun yang panjang. Sementara dalam waktu dekat, bisa dilakukan mitigasi non struktural seperti pemetaan, sosialisasi, tata ruang, pendidikan kebencanaan, gladi, dan lainnya.

”Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya,” imbuh Sutopo. Dia menambahkan, masih banyaknya penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor menyebabkan tingkat risiko longsor tinggi. (far/syn)