25 radar bogor

Demokrat Buang Award PSI ke Tempat Sampah

JAKARTA-RADAR BOGOR,Partai Demokrat langsung membuang ke tempat sampah award yang diberikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap koleganya Andi Arief.

Adapun Andi Arief diberikan award kebohongan dengan kategori hoaks terhalusinasi. Karena menyebut ada tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, dirinya ‎yang membuang award dan piagam yang diberikan koleganya itu. Alasannya karena penghargaan itu adalah sampah.

“Karena itu kami anggap award bohong-bohongan dan sampah,” ujar Ferdinand kepada JawaPos.com, Jumat (4/1).

‎Menurut Ferdinand, PSI telah menabrak fatsun dan kepatutan dalam adab berpolitik sesama partai. PSI tidak punya adab politik. Bahkan bisa dibilang adab politiknya nol besar. Karena mereka menggunakan lambang partai dengan memberikan award.

“Mereka tak miliki kapasitas untuk mengeluarkan award, sehingga apa yang mereka lakukan itu sudah menabrak fatsun dan adab berpolitik,” katanya.

Apa yang dilakukan PSI tersebut melampaui kapasitas sebagai partai. Karena namanya award itu harus jelas kriterianya, metodologinya, penjuriannya, dan siapa saja yang diikutkan di dalam award tersebut.

“Ini PSI telah menyebut award menunjuk tiga orang sebagai penerima, tanpa jelas metodologi, penjurian dan kriterianya. Sehingga award ini ada award bohong-bohongan yang telah menuduh orang lain sebagai pembohong,” ungkapnya.

Menurut Ferdinand, award ini bentuk pidana pencemaran nama baik dan fitnah. Ini juga masuk dalam UU ITE karena media sosial PSI menyiarkannya di twitternya. Sehingga ini patut dilaporkan ke pihak kepolisian.

Tapi apakah Demokrat akan ambil langkah hukum? Itu tergantung Andi Arief. Karena korbannya adalah Andi Arief. Kalau koleganya siap menyatakan dilaporkan ke kepolisian. Maka Partai Demokrat akan memfasilitasinya.

“Karena korbannya Andi maka tidak mungkin kami laporkan. Jadi kami akan koordinasi dengan Andi Arief untuk memutuskan apakah melaporkan mereka atau tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, PSI memberikan piala dan juga piagam kepada tiga tokoh, yakni Capres nomor urut 01 Prabowo Subianto, Cawapres Sandiaga Uno, dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Ketua DPP PSI, Tsamara Amany ‎mengatakan ada tiga kebohongan yang diberikan ke tokoh-tokoh tersebut. Pertama adalah kebohongan terlebay diberikan kepada capres nomor urut 01 Prabowo Subianto.

‎”Kebohongan terlebay, adalah selang cuci darah dipakai 40 kali, dan RSCM sudah membantah dipakai hanya sekali kali,” ungkap Tsamara.

Kedua adalah kobohongan yang hakiki diberikan kepada cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Karena mengatakan proyek pengerjaan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dibangun tanpa utang. Padahal kenyataanya dia meminjam dari bank.

Kemudian ketiga adalah, kebohongan terhalusinasi yang diberikan kepada Andi Arief. Karena menyebut adanya tujuh kontainer yang berisi surat suara sudah tercoblos. Seharusnya dia bisa membuktikan adanya kebohongan soal surat suara tercoblos ini.

“Kami dari PSI ada upaya kami menertawakan kebohongan ini,” pungkasnya. (jpc)