25 radar bogor

Hoax Surat Suara, Pengamat: Kalau Tidak Curang Tidak Menang

JAKARTA-RADAR BOGOR, Munculnya berita hoax tentang 7 kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin membuktikan bahwa penyebaran fitnah masih digunakan untuk mendegradasi lawan.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran, Idil Akbar kepada JawaPos.com, Kamis (3/1). Ia menilai disebarkannya informasi tersebut bukan suatu tindakan yang gentleman karena berusaha mencari untung dengan memproduksi sesuatu yang tidak benar.

“Isu ini jelas merupakan upaya sistematis untuk mendegradasi jalannya pilpres yang damai dan aman. Upaya sistematis itu salah satunya adalah untuk memunculkan wacana, ‘kalau tidak curang, tidak menang’. Tapi, ketika tidak bisa langsung mengarah pada pasangan calon lain, maka upaya itu ditujukan terhadap KPU,” katanya.

Harapannya adalah supaya publik menilai bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah bagian dari skenario pemenangan. Oleh karena itu, ia menilai sikap yang diambil KPU dengan melapor ke Bareskrim Polri terkait hoax 7 kontainer surat suara yang telah dicoblos adalah langkah tepat.

Langkah KPU tersebut dilihatnya tidak hanya sekedar akan membuat jera penyebar dan pembuat hoax saja, tetapi juga untuk menjaga marwah dan martabat KPU serta menjaga nama baik lembaga dari cap negatif, yakni sebagai lembaga yang partisan dan tidak independen.

“Masalah hoax ini jika tidak diambil tindakan yang tegas maka akan menjadi preseden, KPU sebagai penyelenggara dinilai ikut bermain dalam kontelasi politik pemilihan presiden. Semestinya oknum-oknum pembuat dan penyebar hoax perlu berkaca dari kasus sebelumnya yang menimpa Ratna Sarumpaet,” terangnya.

Menurutnya, apa yang terjadi pada kasus Ratna Sarumpaet beberapa waktu lalu yang terulang lagi saat ini dengan bahan hoax baru merupakan bentuk dari ketidaksiapan berkompetisi secara baik, jujur, dan mencerdaskan. Oleh karena itu, langkah tegas KPU harus didukung agar demokrasi Indonesia tetap waras dan sehat.

“Maksud atau motif penyebaran isu hoax ini tentu telah terlihat jelas. Karena itu, harus diambil tindakan tegas agar masyarakat tidak menjadi resah dan bisa mengikuti pilpres dengan lancar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya kabar tentang penemuan surat suara ini mengemuka setelah Wakil Sekretaris Partai Demokrat Andi Arief menyampaikan hal tersebut di akun Twitter.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung. Supaya tidak fitnah, harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar,” tulisnya saat itu.

Namun tak lama kemudian ia pun menghapus cuitan tersebut. Sebab dianggap telah menyebarkan berita hoax, beberapa relawan dari pasangan capres-cawapres nomor urut 01 juga turut melaporkannya ke pihak kepolisian.

(dmp/JPC)