25 radar bogor

Kerap Bermasalah, BPTJ Turun Tangan Kaji Jam Operasional Jalur Tambang

Truk pengangkut pasir saat melintas di jalan raya Rumpin di Kecamatan Rum¬pin, Kabupaten Bogor.

PARUNGPANJANG – RADAR BOGOR, Polemik jalur tambang di wilayah Utara Kabupaten Bogor mengundang perhatian serius Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ),  Bambang Prihartono.

Ia pun bakal melakukan perubahan dan perbaikan pola transportasi di jalur tambang. Hal tersebut dikatakan ketika meninjau langsung di Jalan Raya Bunar – Parungpanjang, Kamis (3/1/2018).

“Saya ingin sampaikan, ke depan akan melakukan perubahan. Perbaikan pola transportasi yang ada. BPTJ pun tidak hanya bicara pola pergerakan orang. Tapi juga barang atau logistik,”katanya kepada Radar Bogor.

Bambang mengatakan, pihaknya telah membahas terkait pergerakan truk tambang. Ganjil genapnya, dengan rekayasa lalu lintas. Kemudian  contra flow. Serta penyediaan angkutan umum.

“Saya hari ini (kemarin,red) hadir untuk melihat langsung pergerakan barang-barang di antara perbatasan provinsi Jawa Barat dan Banten. Lebih spesifik lagi yang mau kami lihat. Arus pergerakan truk yang mengangkut material untuk kebutuhan pembangunan,” jelasnya.

BPTJ, sambungnya,  akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Provinsi Banten, dan DKI Jakarta. Tujuannya ingin mencari solusi.  Dan  bagaimana pergerakan barang agar terkendali. Supaya tidak menggangu arus lalu lintas yang ada.

“Tahun 2029 kecepatan rata rata truk 60 km per jam.Kalau seperti sekarang, mana mungkin bisa di angka segitu. Saya bukan bicara barang. Tapi saya bicara kecepatan lalu lintas,”tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin menuturkan, aksi blokir oknum supir truk menggunakan material sirtu tak bisa ditoleransi. Perbuatannya tidak bertanggungjawab. Masyarakat jadi dirugikan.  Tambang retribusi tidak sebanding dengan apa kerugian yang ditimbulkan.

“Kami akan rekomendasikan ke pemerirntah provinsi. Kewenangan memang ada di sana untuk menindak tambang ilegal,” ucapnya. (nal/c)