25 radar bogor

Pesan Idrus: Maaf Bang, Dinda Butuh Bantuan Dana Kemenangan

JAKARTA-RADAR BOGOR, Mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengaku pernah menghubungi pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budisutrisno Kotjo untuk memenuhi permintaan uang yang diajukan Eni Maulani Saragih. Pesan tersebut diakui Idrus terkait peminjaman uang Eni kepada Kotjo.

“Eni ini adik saya. Jika ada masalah, beliau sering menghubungi saya. Termasuk waktu itu meminta saya untuk membantunya menghubungi Pak Kotjo terkait permintaan untuk meminjam uang,” kata Idrus saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (2/1).

Idrus menjelaskan, pengiriman pesan tersebut dilakukan lantaran Eni sudah berulang kali menghubungi Kotjo. Sehingga dia memutuskan untuk menghubungi Kotjo melalui pesan singkat WhatsApp.

“Maaf Bang, dinda butuh bantuan dana kemenangan. Sangat berharga, sangat berharga bantuan Bang Kotjo, Tks sebelumnya,” pesan Idrus ke Johannes Kotjo yang ditampilkan jaksa dalam persidangan.

Idrus menambahkan, pinjaman uang oleh Eni tersebut sudah dia ketahui sebelumnya. Waktu itu Idrus beserta Eni melakukan pertemuan di kantor Kotjo.

“Waktu itu Ibu Eni pernah menyampaikan pinjaman uang ke Pak Kotjo. Yang saya tahu waktu itu memang pinjaman uang itu untuk keperluan pencalonan suami Bu Eni,” ujarnya.

Kendati demikian, mantan Sekjen Golkar itu mengaku tidak mengetahui bahwa setelah pesan singkat dia ke Kotjo, Eni menerima uang senilai Rp 500 juta.

Berdasarkan surat dakwaan Eni Saragih, KPK menduga sejumlah permintaan Eni ke Kotjo untuk kepentingan pencolanan suaminya Muhammad Al Khadziq sebagai calon Bupati Tumenggung.

Dalam perkara ini, KPK mendakwa Eni menerima suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Suap itu diberikan untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Selain itu, Eni juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu dari sejumlah direktur perusahaan di bidang minyak dan gas. Setidaknya ada tiga pengusaha yang memberikan uang kepada Eni.

(ce1/rdw/JPC)