25 radar bogor

Mobilnya Masuk Dalam Rawa, Dua Warga India Tewas Terkurung

Ilustrasi

JAKARTA-RADAR BOGOR, Jalur berlubang di Desa Sebelimbingan memakan korban jiwa. Dua nyawa warga India hilang sia-sia karena kecelakaan di daerah yang dilalui jalan poros Kota Bangun-Tabang itu.

Diduga Mobil Mitsubishi Triton bernopol KT 8966 itu terguling karena melaju dengan kecepatan tinggi, dan hilang kendali saat menghindari jalan berlubang. Korbannya bernama, Ajay Deharia, 40 sebagai sopir dan Vikram Singh, 40 penumpang di sebelahnya.

Keduanya diketahui karyawan perusahaan PT Rencana Mulia Baratama (RMB) di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut. Selain keduanya, tiga penumpang mobil lainnya turut menjadi korban luka namun nyawanya masih selamat. Yakni, Tursakant Das (32) yang juga warga India. Sementara itu, dua korban selamat lainnya adalah Didit Kurniawan (29) dan Ahmad (32).

Berdasar informasi yang dihimpun Kaltim Post (JawaPos Grup), kedua korban meninggal diketahui terkurung dalam mobil, saat kondisi mobil telah terbalik di dalam rawa. Hingga akhirnya, keduanya tewas karena kehabisan oksigen.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika mobil itu melaju dengan kecepatan sekitar 90 kilometer per jam. Duduk di sebelah sopir, yaitu Vikram Singh. Sedangkan penumpang lainnya duduk di belakang.

Tingginya kecepatan mobil sempat membuat para penumpang khawatir. Berdasar keterangan saksi, sopir juga sempat diingatkan oleh Vikram Singh, Tursakant, dan Didit Kurniawan untuk mengurangi kecepatan.

Belum lama diingatkan, sesampainya di RT 5, Desa Sebelimbingan, mobil oleng. Diduga, lantaran mobil menghindari lubang. Setelah itu, mobil terbalik dan terguling hingga masuk rawa sedalam 3 meter.

“Saat itu, tiga penumpang berhasil keluar dari pintu sebelah kanan. Tapi sopir dan penumpang yang berada di depan mobil tidak bisa keluar. Mobil juga sempat bergeser sejauh 2 meter,” terang kapolres.

Kedua korban tewas itu terkurung di dalam mobil sekira 30 menit. Warga yang melintas telah berupaya menyelamatkan korban dengan memecahkan kaca dengan tabung gas. “Tapi di dalam mobil, korban ternyata sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Anggota Polsek Kota Bangun pun melakukan evakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Dayaku Raja. Adapun anggota Satlantas Polres Kukar juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Untuk kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

Dari hasil analisis petugas, sebanyak 80 persen diperkirakan akibat sopir mobil yang tidak mengatur kecepatan di jalan yang tidak mulus. Selain itu, sopir dinilai tidak tertib berkendara sehingga terjadi out of control (OOC).

Sementara itu, 10 persen disebabkan kondisi badan jalan menikung ke kanan dan jalan tanah yang berbatu. Yang terakhir, sebanyak 10 persen akibat faktor kendaraan dan alam.

(jpg/JPC)