25 radar bogor

Lima Gerhana Ini Bakal Hadir Sepanjang Tahun 2019, Catat Tanggalnya!

Ilustrasi. Gerhana bulan pun terlihat di sekitar Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu (31/1) malam. Sofyansyah/Radar Bogor
Foto: Sofyansyah/Radar Bogor
Gerhana bulan pun terlihat di sekitar Tugu Kujang, Kota Bogor beberapa waktu lalu

JAKARTA-RADAR BOGOR,Tahun 2019 baru berjalan hari kedua. Ke depan, sepanjang tahun ini diprediksi akan banyak terjadi fenomena alam semisal gerhana. Seperti 2018 lalu, sejumlah peristiwa gerhana, baik gerhana bulan dan gerhana matahari akan terlihat dari bumi. Artinya, fenomena alam tersebut bisa disaksikan penduduk bumi.

Dikutip dari laman SkyAndTelescope, Rabu (2/1), setidaknya ada lima peristiwa alam gerhana yang akan hadir sepanjang 2019 ini. Gerhana-gerhana tersebut akan melingkupi benda langit paling vital di sistem tata surya kita, yakni bulan dan matahari.

Cantik tapi Waspada, Fenomena Super Blue Blood Moon

Mengawali rangkaian gerhana yang akan hadir 2019 ini, momen terdekat bakal terjadi di pekan ini. Tepatnya pada 6 Januari mendatang. Gerhana awal pekan 2019 ini merupakan gerhana matahari parsial atau sebagian. Gerhana matahari parsial ini dikatakan akan terlihat sebanyak 62 persen di Wilayah Siberia Tengah, 20 persen di Beijing, Tiongkok, 30 persen di Tokyo, Jepang, dan 37 persen di wilayah Vladivostok, Rusia.

Fenomena selanjutnya juga masih akan terjadi pada Januari, tepatnya tanggal 20 hingga 21. Fenomena alam ini akan terlihat di wilayah-wilayah Amerika Serikat (AS) dan sebagian Eropa. Di AS, fenomena alam ini disebut sebagai gerhana bulan Darah Serigala. Disebut gerhana bulan Darah Serigala karena peristiwa ini terjadi saat bulan penuh alias purnama.

Puncak Gerhana Bulan Total Pukul 03:22 WIB, Begini Detik-detik Penampakannya. Menakjubkan!

Fenomena alam gerhana bulan Darah Serigala sendiri juga merupakan gabungan antara beberapa fenomena alam sekaligus. Fenomena alam tersebut adalah bulan yang berada dengan titik terdekat dengan Bumi atau Super Moon. Posisi matahari, bumi, dan bulan dalam satu garis sejajar. Cahaya matahari melewati atmosfer bumi dan membuat bulan seolah berwarna merah (Blood Moon). Peristiwa tersebut terjadi saat bulan purnama yang jatuh pada Januari dengan nama Wolf Moon.

Selanjutnya, rangkaian fenomena gerhana ketiga yang akan terjadi selama 2019 ini adalah gerhana matahari total. Peristiwa gerhana matahari total ini diprediksi bakal terjadi 2 Juli mendatang. Peristiwa ini bisa dilihat oleh penyuka fenomena alam dari seluruh dunia yang ada di Chili bagian selatan dan sebagian wilayah di Argentina.

Keempat, masih dalam rangkaian peristiwa alam gerhana yang akan terjadi sepanjang 2019, akan diisi kembali oleh gerhana bulan. Jika pada Januari ada gerhana bulan total, pada 16 Juli nanti lain lagi. Gerhana Bulan yang akan terjadi ini adalah gerhana bulan parsial. Peristiwa alam ini diprediksi akan bisa diamati oleh penduduk di Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia, hingga Australia.

Beberapa bulan berikutnya, yakni 26 Desember, sekaligus menutup rangkaian peristiwa alam gerhana sepanjang 2019, akan ada gerhana bulan cincin atau Annular Solar Eclipse. Peristiwa alam ini akan dimulai pada subuh di wilayah utara Riyadh, Arab Saudi, Sumatera bagian timur, sebagian besar wilayah Singapura, dan wilayah di bagian barat Samudera Pasifik, Guam.

(ce1/ryn/JPC)