Beranda Bogor Raya

Tiga Kecamatan di Kabupaten Bogor Ini Berpotensi Tinggi Gempa Bumi

Ilustrasi Gempa

CIBINONG-RADAR BOGOR, Memasuki musim penghujan, patutnya masyarakat Bumi Tegar Beriman waspada terhadap segala risiko dari peristiwa bencana alam. Terlebih, Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebutkan, tiga kecamatan di Kabupaten Bogor masuk dalam daftar potensi tinggi gempa bumi.

Tiga Kecamatan tersebut yaitu Parungpanjang, Tenjo, dan Caringin. Sedangkan selain dari tiga Kecamatan tersebut, hampir seluruhnya wilayah Kabupaten Bogor memiliki potensi gempa bumi sedang.

Kepala bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG, Ferrari Pinem menjelaskan bahwa potensi itu diidentifikasi berdasarkan sumber gempa. Salah satunya adalah keberadaan sesar aktif yang ada di tiga Kecamatan tersebut, diukur melalui metode seismic, GPS, dan geofisika.

Selain itu, karakteristik permukaan tanah juga menentukan tingkat kerawanan gempa. Caranya dengan menganalisa geomorfologi.

“Wilayah dengan tanah yang tidak kompak atau bersifat lunak seperti tanah akibat endapan aluvial dan sedimentasi memiliki kecendrungan sensitif terhadap efek goncangan sehingga lebih rawan akan bahaya gempa,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin (25/12).

Meski begitu, peta rawan gempa bumi yang disajikan ini masih dalam skala menengah. Sehingga masih ada kemungkinan terjadi bias batas antara zona kerawanan tinggi dengan sedang. Ferrari mengatakan, perlu ada pengukuran lebih detil agar dapat mengetahui seberapa besar potensi bahaya pada tingkat Kecamatan.

Menurutnya, lokasi yang disebutkan memiliki potensi tinggi gempa bumi mengindikasikan wilayah tersebut rentan terhadap efek guncangan akibat gempa bumi. Semakin rendah, artinya efek dari gempa bumi semakin kecil.

Selain melakukan pemetaan terhadap kawasan rawan gempa bumi, BIG juga melakukan pemetaan zona yang rentan mengalami pergerakan tanah. Khusus di Kabupaten Bogor, potensi tertinggi dimiliki 10 Kecamatan. Kecamatan tersebut antara lain Sukajaya, Nanggung, Leuwiliang, Citeureup, Babakan Madang, Sukamakmur, Tamansari, Tenjolaya, Cijeruk, dan Cigombong.

Ia mengatakan, wilayah yang rentan terhadap gempa bumi, belum tentu rawan mengalami pergerakan tanah. “Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan dalam menentukan kawasan rawan gerakan tanah, diantaranya topografi wilayah tersebut, asumsinya semakin curam tentu akan semakin rentan terjadinya gerakan tanah,” terang Ferrari.

Selain itu, kondisi geologi dan jenis tanah juga mempengaruhi tingkat kerawanan gerakan tanah. Wilayah dengan material tanah dan geologi yang bersifat lepas tentunya akan mudah terjadinya gerakan tanah. Kemudian, intensitas hujan juga menjadi salah satu indikator pergerakan tanah.

“Intensitas yang tinggi akan menyebabkan tanah menjadi jenuh akan air, dan tentunya akan menambah volume beban tanah sehingga akan semakin rawan terjadinya gerakan tanah,” tuturnya.

Wilayah yang tergolonga dalam zona rawan gerakan tanah ini akan mudah terjadi longsor apabila lokasinya berada pada tingkat kemiringan lereng yang tinggi. Intensitas hujan yang tinggi juga akan meningkatkan kerawanan terjadinya longsor. Untuk itu, Ferrari berpesan agar masyarakat sekitar waspada pada bulan-bulan dengan intensitas hujan tinggi.(fik)

Kecamatan dengan Potensi Tinggi Gempa Bumi

Parungpanjang
Tenjo
Caringin

Kecamatan dengan Potensi Tinggi Pergerakan Tanah

Sukajaya
Nanggung
Leuwiliang
Citeureup
Babakan Madang
Sukamakmur
Tamansari
Tenjolaya
Cijeruk
Cigombong

 

 

Baca Juga