Beranda Berita Utama

Pantai Selatan Sukabumi Kena Imbas Tsunami Selat Sunda, Begini Kondisinya

Ilustrasi Pantai Selatan Sukabumi

SUKABUMI-RADAR BOGOR, Pasca peristiwa tsunami yang menerjang perairan Selat Sunda, telah berdampak terhadap jumlah pengunjung di objek wisata Pantai Selatan Sukabumi.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengaku, musim liburan panjang di Pantai Selatan Sukabumi yang biasanya ramai dikunjungi para wisatawan baik domestik maupun manca negara, saat ini mulai berkurang.

“Para wisatawan lebih memilih pulang, walapun puncak liburan natal dan tahun baru belum dimulai,” jelas Marwan kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Di beberapa titik di objek lokasi wisata Pantai Selatan Sukabumi, tampak sepi. Seperti di Pantai Citepus. Padahal biasanya, liburan natal dan tahun baru objek wisata Geopark Ciletuh selalu menjadi destinasi unggulan bagi para wisatawan.

“Banyak teman-teman kita yang telah membatalkan untuk berangkat ke Geopark Ciletuh. Mereka, khawatir saat berlibur ke Pantai Selatan terjadi bencana seperti di Perairan Selat Sunda,” imbuhnya.

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaannya, terutama dalam musim pancaroba. Apalagi, saat ini di wilayah Perairan Selatan Sukabumi tengah memasuki musim barat. Lantaran, sejak Desember 2018 sampai Maret 2019 mendatang, arus gelombang dan angin akan sangat tinggi.

“Gejala alam tidak bisa diprediksi. Untuk itu, kesiapan kita harus bisa mengantisipasi dari halhal yang tidak diinginkan,” pintanya.

Kepala Balawista Karang Hawu, Adi Yana pun mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, jumlah wisatawan seoertu ke daerah Pantai Karang Hawu masih sedikit. Sebab, dirinya tak begitu kerepotan memantau para wisatawan.

“Meskipun mulai banyak, tapi tidak seperti tahun sebekumnya. Mungkin karena cuaca hujan juga,” ungkapnya.

Namun lanjut dia, pihak berserta relawan Balawista tidak menarik mundur untuk menjaga keselamatan pantai.

“Kami sebagai relawan tetap saja memilik rasa tanggung jawab untuk menjaga pantai, meski tidak secara maksimal. Mau sedikit ataupun banyak, kami tetap memantau para wisatawan,” tegasnya.

Terpisah, penanggungjawab Hotel Agusta Palabuhanratu, Dadang Hendar mengakui meskipun tingkat hunian hotel meningkat, tapi tidak seperti libur natal tahun lalu. Semenjak ada issue tsunami beberapa waktu lalu, tidak sedikit costumer yang membatalkan pesanan atau merubah jadwal kunjungan. Sehingga hal tersebut berdampak pada penurunan jumlah konsumen yang berkurang hingga 20 persen.

“Diawal peningkatannya cukup bagus hingga 100 persen, hanya karena ada issue tsunami dan ditambah adanya himbauan agar jangan dulu mendekat ke pantai, banyak warga yang khawatir hingga akhirnya berimbas kepada pembatalan hotel di tanggal 31 Desember. Makanya dari peningkatan 100 persen, turun jadi 80 persen,” ucapnya.

Meski begitu, ia pun berharap jika para wisatawan agak tidak terlalu khawatir adanya issue tersebut. Pasalnya, hingga saat ini pantai Pelabuhanratu masih terpantau aman.

“Hingga saat ini masih aman. Yah mudah-mudahan info ini bisa terus tersebar ke wisawatan yang ada di luar Sukabumi dan mereka tidak takut lagi berkunjung ke Sukabumi,” harapnya.

Sementara itu, Publik Relation Samudra Beach Hotel (SBH), Syifa Rahma megatakan, hingga menjelang libur panjang akhir tahun ini, hotelnya mengalami peningkatan sebesar 50 persen.

“Sudah satu minggu ini kita rame terus. Kemungkinan nanti akan terus meningkat jumlah pengunjung menjelang akhir tahun, karena sekarang itukan liburan sekolah sama natal juga,” tutupnya. (wdy/den/cr1)

Baca Juga