25 radar bogor

Sebut Politikus Sontoloyo, Elite PKB: Itu Puncaknya Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Ishak/Rakyat Aceh/JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kecewaa karena dana kelurahan yang bakal digelontorkan menuai polemik. Sehingga ia menyebut banyak politikus menjadi sontoloyo.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding mengatakan apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah satu pesan kepada para politikus. Sebab diungkapkan Karding para politikus banyak perilakunya sudah tidak melihat secara jernih. Hanya mengkritik kebijakan untuk rakyat.

“Semua pernyataan beliau saya kira tidak datang spontan dan tidak tanpa sebab. Saya kira itu ujung atau puncaknya Presiden Jokowi dengan mengatakan politikus sontoloyo itu,” ujar Karding saat dihubungi, Rabu (24/10).

Oleh sebab itu, pesan yang bisa ditangkap apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi ini supaya politik berjalan sebagai mana mestinya. Terutama para politikus untuk melihat persoalan secara jernih.

“Beliau melihat bahwa fenomena ini harus dicegah agar politik kita kembali ke rel yang benar, berkualitas dan marwahnya terjaga,” katanya.

Menurut Karding, di Pilpres 2019 ini perilaku politisi harus dijaga. Politisi untuk melakukan pendidikan yang baik kepada masyarakat. Sehingga jangan asal main tuding dengan kebijakan yang pro rakyat.

“Karena Pilpres ini harus menjadi instrumen memperbaiki demokrasi, dan mendidik dalam memilih pemimpin yang baik pula,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan banyak politikus sontoloyo di Indonesia. Ia meminta masyarakat hati-hati terhadap mereka yang masuk kategori ini.

“Hati-hati banyak politikus baik-baik tapi banyak juga politikus sontoloyo,” kata Jokowi saat membagikan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa, (23/10).

Sebelum melontarkan pernyataan itu, Jokowi menjelaskan alasan pemerintah berencana mencairkan dana kelurahan tahun depan. Namun rencana ini oleh sejumlah pihak terutama kubu oposisi dinilai politis.

Padahal, menurut Presiden Jokowi, dana kelurahan ini ditujukan untuk kepentingan masyarakat di perkotaan setelah ada dana desa bagi penduduk pedesaan. Masyarakat bisa menggunakan dana kelurahan ini untuk memperbaiki jalan atau saluran air.

“Kok jadi ramai. Kami semua ingin agar untuk rakyat jangan dihubungkan dengan politik,” tuturnya.

Agar terhindar dari tipu daya politikus sontoloyo ini Presiden jokowi menyarankan agar warga memperhatikan betul mana politikus yang baik dan yang tidak.

(gwn/JPC)