25 radar bogor

Jonan Ungkap Penyebab Investasi Migas Anjlok Dalam 4 Tahun Terakhir

Menteri ESDM Ignasius Jonan (DOK.JAWAPOS)

JAKARTA-RADAR BOGOR Investasi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gagal memberikan catatan ciamik. Investasi sektor strategis itu justru mengalami penurunan dalam 4 tahun terakhir, atau lebih tepatnya selama era Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menteri ESDM Ignasius Jonan memberikan alasan penyebab anjloknya investasi di sektor ESDM. Menurut dia, penurunan itu terjadi lantaran harga minyak pada saat itu menurun drastis dibanding tahun 2011-2012 yang masih sebesar USD 100 per barel.

“Akhirnya keputusan investasi mengikuti. Begitu harga minyak turun sampai akhirnya 2017 naik lagi. Refleksinya di 2019 atau 2020. Kalau liat cycle nya investasi terutama dilakukan setelah harga minyak tinggi. Karena nggak ada yang bisa kira-kira,” ujarnya di Auditorium Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta,Rabu (24/10). Kondisi itu, lanjutnya, sekaligus membantah soal kebijakan Gross Split yang diputuskan pihaknya tidak laku untuk investor. Dia menilai penurunan investasi ini murni karena dipicu oleh pergerakan harga minyak dunia.

“Selama ini wilayah (WK) yang sudah habis pasti diwajibkan dengan gross split. Kenapa harus diterapkan? Karena Cost Recovery distorsinya sangat besar. Baik dari segi proses, pengadaanya,” jelas Jonan.

“Bayangkan semua investasi harus disetujui oleh SKK migas mengikuti peraturan pemerintah. Satu pengadaan bisa bertahun-tahun. Akhirnya kita minta gross split agar kontraktor migas pengadaannya sendiri dan tinggal.kita menggantinya gimana,” sambungnya.

Perihal potensi untuk menerapkan skema cost recovery, Jonan menolaknya. Menurutnya, kebijakan itu sudah banyak disetujui oleh kontraktor migas raksasa. Selain itu, skema gross split dianggap lebih efisien dan menguntungkan kedua belah pihak.

“Tetap akan jalan terus. Karena semua (kontraktor) besar menerima,” tandasnya.

(hap/JPC)