25 radar bogor

Dari Pesan di Grup WA Hingga Bagi-Bagi Uang, Ini Fakta Penyebab Tewasnya Sekeluarga di Palembang

PALEMBANG-RADAR BOGOR,Satu keluarga yang tinggal di perumahan elit di Palembang ditemukan dalam kondisi tewas, Rabu (24/10). Dari sejumlah barang bukti, polisi mulai menemukan titik terang.

Mereka tinggal du Villa Kebon Sirih Blok A18 RT05 RW01, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni. Satu keluarga yakni Fransiskus Xaverius Ong, 45, Margaret Yentin Liana, 43, Rafael Fransiskus, 18, dan Kathlyn Fransiskus, 11 diduga kuat dikarenakan bunuh diri yang dilakukan oleh Fransiskus.

Berikut 4 tanda dugaan kuat bahwa satu keluarga ini tewas akibat bunuh diri.

4 Fakta Penyebab Satu Keluarga Tewas Tertembak di Palembang
Satu keluarga di Palembang ditemukan tewas dengan luka tembak (Istimewa)

1. Pesan singkat di dua carik kertas

Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan dua carik kertas. Tulisan di kertas tersebut: ‘aku sudah sangat lelah, maafkan aku’, dan ‘aku sayang dengan anak dan istriku…Choky dan Snowy, aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini’

2. Pesan di grup WA sekolah

Selain menemukan dua kertas di meja kerja Fransiskus, polisi mendapatkan bukti pesan di grup WA sekolah korban Fransiskus.

Pesan tersebut berisika: ‘Maafkan aku… Teman-teman… Kenanglah kebaikanku saja jangan membicarakan kejelekanku…jalan kalian masih panjang’

3. Pistol yang berada di tangan Fransiskus

Dari olah TKP, polisi juga menemukan pistol jenis revolver yang diduga digunakan Fransiskus untuk menembak istri dan dua anaknya serta digunakan untuk bunuh diri. Sebab, pistol tersebut masih berada di tangan Fransiskus.

4. Sempat bagi-bagi harta seperti cincin, uang, burung dan anjing

Sebelum terjadinya kejadian tersebut, Fransiskus juga mengalami perubahan dalam tingkah lakunya. Seperti membagikan hartanya yakni cincin dan uang sebesar Rp 2 juta kepada dua pembantunya.

Selain itu, Fransiskus juga sempat memberikan burung dan dua dari empat anjingnya kepada tetangga dan keluarganya

Seperti diberitakan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara belum dapat memastikan apakah ini bunuh diri atau bukan, karena masih menunggu hasil penyelidikan yang melibatkan Puslabfor.

Penyelidikan ini seperti tulisan tangan yang ada dikertas akan dicocokan dengan tulisan dibuka milik korban. Kemudian, melihat apakah ada Gun Shot Residu (GNS) jika ada maka baru dapat dipastikan keluarga ini tewas bunuh diri.

“Dilihat dari kondisi ini kemungkinan sekali bunuh diri. Tapi, ini perlu pembuktian,” katanya saat memberikan keterangan pers, Rabu (24/10).

Berdasarkan dugaan, Fransiskus ini tengah dilanda masalah keluarga. Dalam percakapan Whatsapp suami istri tersebut bahwa istrinya meminta dicerai sehingga Fransiskus pun tidak rela dan tidak ikhlas untuk dicerai sehingga muncul niat untuk melakukan bunuh diri.

Namun, dikarenakan tidak tega meninggalkan anak dan istrinya maka Fransiskus pun menembaknya serta menenggelamkan dua anjing kesayangan keluarganya hingga tewas.

Kemudian, barulah Fransiskus menembakkan senjata dikepalanya sendiri.

“Dari lokasi kejadian kami menemukan dua selosong diluar silinder, satu selongsong di dalam silinder, dan satu amunisi masih dalam silinder,” ujarnya.

Pihaknya masih menyelidiki soal kepemilikan senjata ini, apakah memiliki izin atau tidak. Karena, senjata yang digunakan buatan pabrikan Taiwan, seperti senjata softgun yang dimodifikasi menggunakan peluru tajam.

“Saya sudah perintahkan intel untuk menyelidiki izinnya,” singkat Kapolda.

(lim/JPC)