25 radar bogor

Beredar Anggur Berformalin di Citeureup, Pedagang Buah Resah Omset Turun

Salah satu pedagang buah di Citeureup yang dibuat resah soal kabar beredarnya anggur berformalin.

CITEUREUP-RADAR BOGOR, Pedagang buah di Citeureup dibuat resah dengan beredarnya kabar soal anggur berformalin. Mereka khawatir kabar tersebut akan berpengaruh terhadap omset penjualan.

Untuk itu, para pedagang mendesak pemerintah memberikan kejelasan soal anggur berformalin itu.

“Bukan hanya saya saja yang tahu. Kabar ini sudah ramai di media. Sepekan ini omset kami menurun drastis,” ujar Anugrah (31) salah satu pedagang anggur di Jalan Pahlawan, Citereup.

Ia mengaku resah. Terlebih, para pedagang, khusus jual anggur membandrolnya dengan harga murah, yakni Rp 10 ribu pertangkai. Akibatnya, masyarakat cenderung tidak percaya dan menerka tudingan negatif.

Padahal, ia sendiri mendapat dari importir yang terbilang sudah ternama dan teruji dengan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). “Kami jelas tahu pemasoknya, kejelasannya dan perusahannya. Kami tidak bodoh-bodoh amat,” akunya.

Pedagang buah lainnya, Suparno (38), mengaku omzetnya juga menurun. Padahal, kata dia, buah sendiri memiliki katagori grade untuk masuk pasar tradisonal dan pasar modern. “Masa kami harus jual mahal, ya, memang harganya segini karena kami jual dipinggir jalan. Pasar beda dengan supermarket,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, menegaskan pihaknya akan  menyelidiki kabar informasi anggur berformalin. Jika benar ditemukan, kata dia, BPOM akan menindaklanjuti sekaligus menguji di balai POM.

“Perlu diperhatikan bahwa sekarang ini, banyak informasi hoax yang terkait dengan pangan.

Sampai saat ini saya tidak pernah mendengar bahwa itu sudah terbukti dalam pengujian jadi itu kita anggap tidak benar atau hoax,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Terkait harganya murah, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo), Khafid Sirotudin, menjelaskan faktor penyebabnya. Pertama, over suplly anggur import dari China sedang berlangsung.

Tak hanya angggur, harga buah pada umumnya juga mengalaminya penurunan. Selanjutnya, kata dia, mengapa anggur dijual pinggir jalan lebih murah. Menurut Khafid,  harga terpengaruh dari tempat dimana buah tersebut dijual. Semakin rendah cost untuk lokasi berjualan, maka semakin rendah harga buahnya.

“Harga dikios dan lapak tentu berbeda, merek tidak kena biaya sewa, tenaga kerja atau lainnya,” tutupnya. (don/c)