Beranda Nasional Barang Milik Bappeda Sulteng Hilang, Relawan Gempa Palu Disuruh Pindah. Kita Ini...

Barang Milik Bappeda Sulteng Hilang, Relawan Gempa Palu Disuruh Pindah. Kita Ini Dituduh Mencuri!

Video relawan gempa dan tsunami Palu berkemas untuk pindah dari halaman kantor Bappeda Sulteng.

PALU-RADAR BOGOR, Sejumlah relawan yang melakukan misi kemanusiaan di kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terpaksa harus angkat kaki dari halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng.

Para pejuang kemanusiaan ini diduga mendapatkan perlakuan tidak mengenakan, mereka seperti dituduh melakukan kejahatan pencurian setelah beberapa barang milik Bappeda hilang.

Video tentang pengusiran relawan gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah itu pun viral di media sosial.

Seperti yang diunggah oleh akun instagram @makassar_info. Dalam video tersebut, seorang pria yang memakai rompi dan helm relawan tengah menjelaskan tentang dugaan pengusiran yang dilakukan Bappeda Sulteng.

Ia menjelaskan, pengusiran dilakukan karena Bappeda merasa banyak barang-barang yang hilang usai gempa Palu dan Donggala.

“Kita ini dituduh mencuri. Sampai-sampai kami diusir, disuruh pindah. Padahal niat kami ke sini kan baik. Membantu warga Palu. Balasannya malah diusir, dikira mencuri,” kata pria itu dalam kompilasi video berdurasi 11.32.

Dalam video itu juga tampak sejumlah relawan tengah berkemas-kemas untuk pindah dari halaman kantor Bappeda Sulteng.

Salah seorang relawan asal Kepulauan Banggai sempat memberikan komentarnya. Ia juga merasa sangat kecewa dengan perlakuan yang diberikan kepada relawan yang sudah berada di Kantor Bappeda Sulteng Jalan Prof. Moh Yamin sehari setelah bencana memporak-porandakan Kota Palu itu.

“Seharusnya warga Palu menyambut kita, mensupport agar status tanggap darurat di Palu bisa cepat selesai. Ini malah pemerintahnya yang memperlakukan kita seperti ini, tapi kita mengalah saja,” ungkapnya.

“Kita sudah tahu bersama-sama, jika kita tiba di sini dengan kondisi yang kosong setelah bencana, apalagi ditambah oknum masyarakat yang memang melakukan penjarahan, kenapa kami yang dituduh, niat kami baik,” tambahnya. (ysp)